Yang Terlupakan: Modal Trading yang Memadai

Hampir 99% dari kita yang terjun ke dunia trading berawal dari niat ingin punya banyak uang dengan mudah atau kepingin kaya dengan cepat. Klik-klik mouse doang uang mengalir dengan derasnya ke rekening bank kita.

Trading, entah itu trading saham, trading forex ataupun trading komoditas (emas) terlihat sangat menggiurkan. Sangat menjanjikan. Rumah mewal, mobil mewah, liburan keluar negeri, duduk di pantai sambil menikmati hidup. Setidaknya begitulah para pembual membuat gambaran tentang kehidupan trader yang sukses dan bagaimana Anda juga bisa meraih sukses sama seperti mereka.

Siapakah pembual tersebut? Guru-guru trading sesat, broker-broker jahat, para penjual ludah yang menjual materi trading yang tidak berbobot dengan harga selangit.

Saya pernah bermimpi demikian.

Saya bermimpi dapat membuat modal trading yang hanya beberapa ratus dollar menjadi beberapa ratus ribu dollar dalam satu tahun.

Saya termakan oleh ilusi yang mereka ciptakan.

Mimpi yang kemudian membawa saya sampai harus bangkrut 2 kali!

Kemudian karena sedikit keberuntungan saya “bertemu” dengan orang-orang tepat yaitu trader-trader “yang berada di jalan yang lurus”. Saya belajar dari buku dan dari blog-blog yang mereka tulis dan juga dari video yang mereka bagikan.

Darimana saya tahu kalo mereka adalah trader yang berada di jalan yang lurus? Dari konten-konten yang mereka bagikan. Ilmu tentang trading yang mereka bagikan sangat bermanfaat bagi saya. Dan ilmu itulah yang ingin saya bagikan juga kepada Anda melalui blog ini.

Dari merekalah saya tahu bahwa tugas utama saya sebagai trader adalah menjadi manajer risiko! Yaitu dengan mempraktekkan money dan risk money management dengan benar tiap transaksi! Dari mereka jugalah saya tahu bahwa trading itu bukan jalan pintas untuk kaya.

Agar bisa memperoleh profit konsisten dalam trading diperlukan kerja keras. Dan di dalam perjalanan menuju profit konsisten banyak sekali jatuh bangun yang harus dilalui.

Masalah Awal

Kebanyakan orang memulai trading baik forex maupun saham dengan modal kecil. Saya masih ingat ketika pertama kali buka rekening saham di salah satu broker Indonesia mereka mengatakan bahwa sekarang sudah cukup mudah untuk trading dan investasi. Dengan modal kecil-pun sudah bisa buka rekening saham untuk investasi maupun trading.

Dulu ketika saya masih pemula dan mengikuti banyak seminar trading, oleh guru-guru trading ini pun saya diyakinkan bahwa trading cukup dengan modal kecil saja. Tentu saja dengan embel-embel bahwa ilmu yang mereka ajarkan bisa mengubah modal trading yang kecil bisa menjadi besar.

Disitulah letak permasalahan awal!

Ekspektasi saya jadi begini: Mengubah modal kecil menjadi besar.

Mengubah uang Rp 10.000.000 menjadi Rp 1.000.000.000

Mengubah uang $1000 menjadi $1.000.000

Ekspektasi yang sangat-sangat keliru!

Karena mindset saya sudah keliru sejak dari awal maka proses trading yang saya jalanin tidak benar.

Saya tidak pernah benar-benar menjadi manajer risiko. Yang ada dalam pikiran saya waktu itu adalah bagaimana caranya biar uang yang saya miliki bertumbuh dengan pesat.

Apa yang saya lakukan?

Yap! Anda benar!

Meningkatkan risiko pertransaksi. Karena waktu itu saya percaya MITOS “high risk high return”. Mitos yang mengatakan semakin besar yang dirisikokan semakin besar pula imbal hasilnya.

Saya dulu rela merisikokan 5%-10% per transaksi hanya untuk mengejar impian mengubah modal kecil menjadi besar. Dengan semakin banyak uang yang saya risikokan apakah saya menjadi miliarder? Tentu saja tidak! Yang ada saya malah bangkrut sampai dua kali hanya karena saya tidak paham konsep Risk of Ruin (risiko kehancuran)!

Dulu saya belum belajar tentang mencegah Risk of Ruin, konsep terpenting dalam trading yang tidak pernah diajarkan oleh guru trading manapun di Indonesia!

Risk of Ruin mengacu pada peluang Anda kehilangan uang sampai Anda berhenti trading karena tidak lagi memiliki uang. Secara sederhana, Risk of Ruin dapat diartikan kemungkinan Anda bangkrut saat trading jika menjalankan suatu sistem trading.

Mengenai materi Risk of Ruin bisa Anda pelajari secara lebih mendalam di artikel ini.

Seharusnya tugas utama saya sebagai trader waktu itu adalah menjadi manajer risiko dan mencegah Risk of Ruin. Bukannya malah bermimpi untuk cepat kaya!

Salah satu cara untuk mencegah Risk of Ruin dalam trading adalah dengan RISK SMALL! Hanya merisikokan “sedikit” uang per transaksi. Hanya merisikokan maksimal 1-2% per transaksi dari total modal.

Merisikokan 1-2% per transaksi sangat erat kaitannya dengan mempraktekkan Risk dan Money Management yang benar!

Dengan merisikokan 10% per transaksi dari total modal yang saya miliki maka persentase Risk of Ruin saya SANGAT BESAR! Bangkrut hanya tinggal menunggu waktu saja. Dan ternyata benar. Akhirnya saya harus bangkrut dua kali. Strategi trading yang harusnya menguntungkan berubah menjadi buruk karena saya tidak mempraktekkan risk dan money management yang tepat untuk mencegah risk of ruin.

Jika dulu saya merisiskokan 10% per transaksi, sekarang setelah belajar tentang risk of ruin dan cara mencegahnya, saya hanya merisikokan 1% – 2% per transaksi.

Dengan merisikokan 1%-2% per transaksi persentase Risk of Ruin saya menjadi 0%!

Apa artinya risk of ruin 0%?

Itu artinya SAYA TIDAK MUNGKIN BANGKRUT jika tetap disiplin mempraktekkan risk dan money management yang benar ketika trading.

Jika tidak mungkin bangkrut itu artinya sudah bisa profit konsisten!

5 Alasan Kenapa Modal Trading yang Terlalu Kecil Cukup “Berbahaya”

  1. Ekpektasi yang Keliru

Apa yang Anda harapkan dari modal trading yang kecil? Apakah Anda berharap bisa trading for a living hanya dengan modal $100? Apakah Anda berharap bisa menikmati profit 5% / bulan dengan modal hanya Rp 5 juta? Apakah Anda cukup puas jika performa trading Anda 30% / tahun dengan modal $1000? Tentu tidak bukan?

Anda pastinya berharap atau tepatnya bermimpi bisa mengubah modal kecil menjadi besar dan dalam waktu yang singkat bukan? Atau dengan kata lain Anda ingin kaya mendadak melalui trading!

Itu adalah ekspektasi yang sangat keliru di dalam trading! Ekpektasi ini berkaitan dengan mindset Anda sebagai seorang trader. Jika mindset Anda saja sudah salah, bagaimana proses tradingnya bisa benar? Jika proses tradingnya saja tidak benar, bagaimana Anda bisa memperoleh hasil yang konsisten?

Jika Anda berharap bisa cepat kaya melalui trading itu sama saja Anda ingin “melangkahi” proses-proses yang harusnya Anda lalui saat trading.

Istilah kerennya Anda ingin “shortcut” atau jalan pintas untuk kaya.

Sayangnya jalan pintas menuju kekayaan melalui trading TIDAK ADA dan TIDAK AKAN PERNAH ADA!

Siapapun orang yang memulai trading dengan modal kecil pasti “terjangkit” ekspektasi yang keliru ini.

Kenapa?

Karena dengan modal trading yang kecil sulit sekali bagi trader untuk berpikir dan bertindak realistis saat trading.

Jika dari awal mindset Anda sudah salah, bisa dipastikan proses trading yang Anda jalani juga salah. Yang ujungnya kita semua tahu: BANGKRUT!

  1. Mengabaikan Risk dan Money Management yang Benar

Di artikel ini saya sudah menjelaskan kepada Anda bahwa Golden Rule Risk Management dalam trading adalah hanya merisikokan MAKSIMAL 1% – 2% dari total modal trading Anda per transaksi!

Jika Anda memulai trading dengan modal yang sangat kecil HAMPIR BISA DIPASTIKAN ANDA AKAN MENGABAIKAN RISK DAN MONEY MANAGEMENT YANG BENAR.

Langsung jawab saja dengan jujur.

Selama Anda trading dengan modal kecil, berapa persen yang Anda risikokan tiap transaksi?

1%? 2%? 5%? 10%? 20%? Atau Anda malah All In (merisikokan semua uang Anda)?

Atau jangan-jangan Anda tidak tahu sama sekali berapa yang Anda risikokan?

Asal main trading-trading gitu aja tanpa ada perhitungan risiko yang matang sebelum memulai transaksi?

Hayooo ngaku…

Siapa yang begini?

Jika Anda tidak menerapkan risk dan money management yang benar tiap transaksi, Anda itu bukan trader tetapi penjudi.

Karena impian ingin cepat kayalah makanya banyak trader pemula (termasuk saya dulu) yang mengabaikan risk dan money management.

Kira-kira beginilah hitung-hitungan keuntungan oleh trader pemula bagaimana mengubah modal kecil menjadi besar.

Perhatikan  tabel dibawah ini.

Keterangan:

1.Asumsi targer profit “CUMA” 50% perbulan.

2.Modal $1000 diharapkan bisa menjadi $86,498 hanya dalam waktu satu tahun. Modal trading naik 86 kali lipat! Enakkan?

Ya kalo hidup di dalam dunia khayalan memang enak. Trading gak ada ruginya, untung terus.

Tapikan kita hidup di dalam dunia nyata, dimana ketika trading kita pasti mengalami kerugian! Karena kita pasti rugi maka kita harus mengontrol kerugian yang akan kita alami.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah mungkin tidak Anda hanya merisikokan 1% – 2% dari total modal pertransaksi lalu target 50% tercapai tiap bulan? Tidak mungkin!

Untuk mencapai target yang sangat tidak realistis tersebut Anda pasti merisikokan banyak uang!

Ingat! Semakin besar uang yang Anda risikokan tiap transaksi, semakin besar pula persentase risk of ruin Anda sebagai trader.

Semakin besar persentase risk of ruin Anda sebagai trader, semakin cepat Anda bangkrut!

Strategi atau sistem trading yang menguntungkan sekalipun akan berubah menjadi buruk apabila Anda mengabaikan risk dan money management yang benar.

Oleh karena itu Anda wajib memiliki Sistem Trading yang lengkap yang di dalamnya tidak hanya membahas masalah kapan beli dan kapan jual tetapi juga bagaiamana menerapkan risk dan money management.

Anda bisa mendapatkan Profitable Trading Systems DISINI

Di dalam ebook tersebut saya sudah memberikan banyak contoh sistem trading yang lengkap. Mulai dari peraturan beli dan peraturan jual, lengkap dengan hitung-hitungan risk dan money management tiap transaksi.

Masih kurang?

Anda bisa mendapatkan ratusan bukti-bukti berupa grafik transaksi beli dan transaksi jual, bahwa sistem trading yang saya berikan tersebut memang menguntungkan jika dijalankan dengan disiplin di Report Lengkap Backtesting Sistem Trading ini.

  1. Sulit Mempraktekkan Risk dan Money Management yang Benar

Dengan modal trading yang “ala kadarnya” Anda akan kesulitan untuk mempraktekkan risk dan money management yang benar.

Misalnya Anda membuka rekening forex dengan modal awal $20, lalu dari modal $20 itu Anda hanya ingin merisikokan 1% saja tiap transaksi.

Maka risiko pertransaksi Anda adalah $20 x 1% = $0.2!

Dengan risiko hanya sekecil $0.2 Anda mau beli berapa banyak pair dalam satuan lot? Anda hanya bisa beli 0.00XXX lot. Bahkan oleh banyak broker minimum pembelian Anda jika menggunakan akun standar yaitu 0.01 lot. Anda tidak bisa trading dengan jumlah lot kurang dari 0.01. Nominalnya terlalu kecil.

Atau misalnya Anda trading saham di bursa Amerika dengan modal $500 otomatis Anda hanya bisa beli saham yang harganya di bawah $500. Itu artinya Anda kehilangan kesempatan untuk membeli saham bagus di atas harga $500!

Contohnya lagi di bursa saham Indonesia ada broker yang mengijinkan Anda untuk buka rekening trading hanya dengan modal awal Rp 100.000! Anda mau trading apa dengan uang Rp 100.000? Minimum pembelian saham di bursa efek Indonesia adalah 1 lot dan 1  lot = 100 lembar. Jika harga saham Unilever Rp 40.000/lembar maka untuk membeli saham Unilever 1 lot Anda perlu uang Rp 4.000.000. Dan itu Anda baru beli SATU LOT!

Karena tidak mungkin trading dengan risiko yang “terlalu kecil” maka banyak trader mengambil jalan yang salah dengan meningkatkan jumlah risiko per transaski! Mereka mengabaikan risk dan money management yang benar (lihat kembali poin nomor dua diatas).

  1. Kinerja trading yang SANGAT BAIK tidak memberikan efek yang signifikan

Percayalah, jika Anda bisa menghasilkan profit konsisten 20% PER TAHUN (bukan perbulan apa lagi per hari) Anda sudah mengungguli 90% trader yang lain.

Imbal hasil 20% pertahun dikalangan para manajer investasi professional sekalipun (baik di Indonesia maupun di dunia) itu sudah termasuk hasil yang sangat “wow”.

Bahkan banyak sekali manajer investasi yang target tahunan-nya hanya cuma bisa ngalahin kinerja indeks!

Dengan modal trading yang kecil, bahkan jika performa trading Anda luar biasa sekalipun hasilnya tidak signifikan (secara nominal).

Misalnya Anda trading forex dengan modal $100. Katakanlah Anda punya skill trading yang sangat luar biasa dan Anda mampu menghasilkan 20% per bulan. Berarti keuntungan Anda tiap bulan adalah $20. Apakah keuntungan $20 bisa membiayai kebutuhan hidup Anda ? Apakah Anda cukup puas melihat uang Anda bertambah $20? Tentu tidak bukan?

Padahal jika Anda mampu menghasilkan profit 20% perbulan, Anda sudah berada di level SUPERTRADER! Kinerja trading Anda sudah SANGAT LUAR BIASA!

Tetapi kinerja yang sangat luar biasa itu tidak “ada apa-apanya” karena hasil yang kelihatan juga kecil.

Bandingkan misalnya Anda punya modal trading Rp 1.000.000.000 dan target profit Anda tiap bulan hanya 2%. Keuntungan yang Anda peroleh adalah Rp 20.000.000. Secara nominal itu lumayan besar. Dan Anda bisa mencukupi kebutuhan hidup Anda dengan uang tersebut. Lagipula mendapatkan tambahan Rp 20.000.000 tiap bulan cukup menyenangkan bukan?

Dengan modal besar walaupun persentase keuntungan kecil, keuntungan yang akan Anda peroleh cukup “terasa”. Disamping itu dengan target keuntungan yang tidak terlalu besar, risiko Anda saat tradingpun menjadi lebih terukur. Jadi Anda bisa trading dengan perasaan tenang.

  1. Tidak Serius Dalam Trading

Modal yang terlalu kecil akan memberikan kesan bahwa trading adalah permainan “ecek-ecek”. Padahal seperti yang Anda ketahui bahwa trading adalah bisnis yang sangat serius. Anda perlu perencanaan yang sangat matang agar bisa sukses dalam trading. Termasuk persiapan modal yang memadai.

Tentu saja ini akan menjadi masalah besar jika Anda tidak pernah serius dalam trading. Cara Anda trading, cara Anda mengontrol risiko, cara Anda mengelola emosi akan sangat berbeda jika menganggap trading adalah sebuah bisnis yang menguntungkan.

“Tetapi Saya Belum Punya Modal Besar”

Saya paham permasalahan Anda, karena saya juga dulu pernah di posisi Anda.

Jika Anda tidak memiliki modal yang besar untuk memulai trading, maka Anda bisa mengumpulkan uang untuk memulai trading dengan MODAL MINIMUM.

Modal minimum disini berarti dengan modal tersebut ANDA BISA MEMPRAKTEKKAN RISK DAN MONEY MANAGEMENT DENGAN BENAR ketika trading.

Ini hanya pendapat subjektif saya saja, jika Anda ingin trading di Bursa Efek Indonesia maka setidaknya Anda mengumpulkan modal minimum Rp 20 – 50 juta. Jika Anda ingin trading di Wall Street maka setidaknya Anda harus punya modal minimum $10,000 – $25,000. Jika Anda ingin trading Forex modal minimum yang harus Anda miliki sekitar $1000 – $5000.

Modal yang saya sebutkan diatas tidak mutlak. Tapi saya yakin dengan modal yang sebanyak saya sebutkan diatas Anda sudah dapat mempraktekkan risk dan money management dengan benar ketika trading.

Jika Anda belum punya modal trading minimum sebaiknya Anda jangan trading terlebih dahulu.

Anda bisa tetap kerja sambil mengumpulkan modal. Anda bisa memulai bisnis online. Anda bisa menjadi freelancer terlebih dahulu. Atau apapun itu sembari belajar dan mengumpulkan modal trading minimum Anda.

“Saya Masih Pemula Apa yang Harus Saya lakukan?”

Jika Anda masih pemula saran terbaik yang bisa saya berikan kepada Anda adalah di tiga tahun awal, sebaiknya Anda belajar tentang trading terlebih dahulu. Baik itu prinsip-prinsip dasar dalam trading, belajar tentang instrumen finansial yang akan Anda tradingkan, belajar tentang mekanisme trading (bagaimana cara membeli dan bagaimana cara menjual), melakukan penelitian dan bakctesting sistem trading, belajar menggunakan software trading, belajar menciptakan atau mencari strategi trading yang cocok untuk Anda dan belajar banyak hal lainnya.

Sambil Anda belajar sambil Anda mengumpulkan modal.

Ilmu yang Anda pelajari bisa Anda praktekkan menggunakan layanan Demo Trading.

Sekarang sudah banyak broker saham maupun broker forex yang menyediakan layanan Demo Trading. Dengan demo trading Anda bisa trading dengan uang virtual. Anda tidak perlu takut kehilangan uang jika Anda rugi, karena uang yang Anda gunakan untuk trading tersebut bukan uang sungguhan.

Melalui demo trading Anda tidak hanya bisa menguji strategi trading yang Anda gunakan tetapi juga Anda familiar dengan software trading tersebut sehingga Anda tidak kagok ketika harus trading dengan uang sungguhan.

Ketika Anda sudah memiliki bekal ilmu dasar tentang trading dan Anda percaya diri dan modal trading minimum Anda juga sudah terkumpul barulah Anda trading dengan uang sungguhan.

Tolong ingat ini baik-baik: TRADING BUKAN SOLUSI BAGI ORANG-ORANG PUTUS ASA YANG BUTUH UANG!

Trading juga tidak untuk orang yang suka ngayal-ngayal babu hidup dalam ilusi mengubah uang $20 menjadi $20,000,000.

Semoga tulisan ini bermanfaat!

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

One comment

  1. Terimakasih Pak, sangat bermanfaat untuk saya yang sedang tertarik menceburkan diri ke dunia trading. Tulisan-tulisan Pak Lukas di blog ini sangat mencerahkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *