Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Candlestick!

Di artikel sebelumnya yang membahas tentang grafik harga, telah disinggung sedikit mengenai grafik candlestick.

Banyak trader yang menggunakan candlestick chart untuk menunjukkan harga. Karena secara visual grafik candlestick mudah dipahami dan informasi yang disajikan dalam setiap candlestick juga cukup lengkap termasuk harga pembukaan, harga terendah, harga tertinggi dan harga penutupan.

Jenis candlestick chart ini sendiri sudah digunakan sejak abad ke-18 oleh para pedagang beras di Jepang.

Candlestick umumnya digunakan untuk trading jangka pendek, sehingga lebih cocok digunakan oleh trader. Salah satu keunggulan candlestick ini adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan mudah.

Biasanya untuk menggambarkan keadaan harga pasar yang mengalami kenaikan (bullish) candlestick yang digunakan berwarna hijau atau putih. Dan untuk menggambarkan keadaan harga pasar yang mengalami penurunan (bearish) candlestick yang digunakan berwana merah atau hitam.

Tapi penggunaan warna ini tergantung selera masing-masing trader yang dapat diubah-ubah dengan mudah di platform trading.

Cara membaca candlestick-nya pun cukup mudah:

  • Open artinya harga pembukaan
  • Close artinya harga penutupan
  • Low artinya harga terendah
  • High artinya harga tertinggi

Jika candlestick berwarna hijau artinya harga mengalami kenaikan dan ditutup menguat. Atau dengan kata lain minat beli cukup besar. Jika candlestick berwarna merah artinya harga mengalami penurunan dan ditutup melemah, hal ini berarti tekanan jual yang besar.

Memahami pola candlestick tidak hanya sekedar mengingat dan mengenali formasi candlestick di tampilan grafik harga.

Sudah banyak buku-buku yang membahas mengenai candlestick dan dilengkapi pula dengan puluhan contoh pola candlestick (beserta nama formasinya yang susah diingat) yang katanya menyediakan “informasi rahasia” tentang apa yang akan terjadi berikutnya.

Kenyataannya adalah tidak akan ada pengaruh yang cukup signfikan terhadap performa trading Anda entah itu Anda mengetahui tentang Gravetstone Doji, Abandoned Baby, Evening Star ataupun mengetahui semua pola-pola candlestick!

Yang paling penting itu adalah Anda mengetahui dengan jelas candlestick yang berada di depan Anda sedang ingin menyampaikan pesan apa kepada Anda mengenai market structure, kekuatan sebuah trend, pertarungan buyer dan seller dan kemungkinan pergerakan harga berikutnya.

Agar sukses bertransaksi menggunakan candlestick Anda perlu memahami 3 elemen utamanya. Sebelum kita membahas 3 elemen utama tersebut, Anda harus memiliki mindset yang benar terlebih dahulu.

Anda harus memahami bahwa pergerakan harga adalah pertempuran antara trader pembeli/buyer/bulls vs trader penjual/seller/bears.

Pertempuran antara permintaan dan penawaran harga (supply and demand). Dan setiap candlestick itu merupakan gambaran hasil dari pertempuran harga tersebut!

Dengan melihat elemen-elemen dalam candlestick Anda bisa dengan mudah mengetahui siapa yang menang, siapa yang kalah, siapa yang melakukan serangan balik, siapa yang sedang memegang kendali, dan siapa yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertempuran berikutnya.

Elemen-elemen utama candlestick adalah:

1.Ukuran body candlestick

Ukuran dari body candlestick membantu kita untuk mengetahui siapakah yang sedang memegang kendali harga apakah trader pembeli atau trader penjual.

Semakin besar/panjang ukuran dari body candlestick tersebut,maka semakin menunjukkan kekuatan si pemegang kendali. Semakin kecil ukuran dari candlestick tersebut menunjukkan bahwa baik trader pembeli ataupun trader penjual tidak dapat menggerakkan harga terlalu tinggi.

Pada sebuah momentum trend biasanya Anda akan melihat candlestick dengan body yang panjang dan ekor yang pendek-pendek.

2.Bentuk candlestick

Apakah Anda melihat bentuk candlestick dengan body lebih pendek daripada ekornya? Apakah Anda melihat body candlestick berada diantara dua ekor yang panjang?

Panjang ekor sebuah candlestick menunjukkan volatilitas pada pergerakan harga.

Semakin panjang ekor candlestick mengindikasikan bahwa trader yang memegang kendali sempat menggerakkan harga cukup jauh sebelum akhirnya harga ditolak karena ada “serangan balik” dari trader lain.

Ketika ekor candlestick semakin panjang maka volatilitas harga semakin besar pula.

Candlestick dengan body pendek yang berada di ujung dan memiliki ekor yang panjang seringkali merupakan indikasi akan terjadi pembalikan arah (reversal). Dan candlestick jenis ini sering di temui di area support maupun resistance.

Candlestick dengan body pendek yang berada di tengah diantara dua ekor yang memanjang artinya pasar sedang ragu-ragu. Baik trader pembeli maupun trader terlihat kebingungan.

3.Posisi candlestick

Elemen terakhir yang paling menentukan peluang kemenangan dalam bertransaksi menggunakan candlestick adalah posisi candlestick terhadap trend sebuah harga.

Ini berkaitan dengan konteks, apakah pola candlestick yang muncul mengindikasikan peluang untuk melanjutkan trend atau malah akan terjadi pola pembalikan harga (reversal).

Berikut tampilan beberapa posisi pola candlestick.

Tetapi perlu saya tekankan sekali lagi, Anda tidak perlu menghapal semua pola-pola di atas. Anda harus belajar memahami apa yang terjadi dibalik candlestick tersebut, bagaimana trader pembeli dan trader penjual menekan harga, siapa yang memegang kendali dan siapa yang kehilangan kontrol.

PERTEMPURAN DALAM CANDLESTICK

Berikut 6 jenis pertempuran yang paling sering terjadi dalam pembentukan sebuah candlestick dan penjelasannya:

1.Candlestick hijau dan panjang mengindikasikan bahwa para trader pembeli memegang kendali penuh.Semakin panjang candlestick-nya menunjukkan minat beli yang sangat besar.

Keterangan:

  1. Harga mulai dibuka di titik 1 kemudian trader penjual menekan harga sedikit ke titik 2.
  2. Tetapi di titik 2 trader pembeli mulai mengambil alih kendali dan mengangkat harga sampai ke titik 3. Pada fase ini seberapa tinggipun harga yang ditawarkan oleh trader penjual, trader pembeli sanggup membelinya.
  3. Di titik 3 trader penjual melakukan perlawanan sedikit untuk menekan harga lebih rendah ke titik 4.
  4. Harga di titik 4 merupakan harga penutupan, harga ditutup menguat pada periode tersebut.

Psikologi:

Jika Anda melihat candlestick seperti di atas artinya market cenderung positif dan buyer sedang berkuasa pada pembentukan candlestick tersebut.

Contoh grafik:

2.Candlestick merah dan panjang mengindikasikan bahwa trader penjual memegang kendali penuh. Semakin panjang ukuran candlestick-nya menunjukan tekanan jual yang sangat besar.

Keterangan:

  1. Harga mulai dibuka di titik 1, oleh trader pembeli harga sempat diangkat sedikit ke titik 2.
  2. Tetapi di titik 2 trader penjual mengambil alih kendali dan menekan harga jatuh sampai ke titik 3. Di fase ini seberapa rendahpun harga yang diminta oleh trader pembeli, trader penjual setuju untuk menjual diharga tersebut.
  3. Di titik 3 trader pembeli melakukan sedikit perlawanan dan mengangkat harga hingga ke titik 4.
  4. Harga di titik 4 adalah harga penutupan, harga ditutup melemah pada periode tersebut.

Psikologi:

Jika Anda melihat candlestick seperti di atas itu artinya market cenderung negatif dan seller sedang berkuasa pada pembentukan candlestick tersebut.

Contoh grafik:

3.Candlestick yang kecil (baik hijau maupun merah) mengindikasikan bahwa trader pembeli maupun trader penjual tidak dapat menggerakan harga terlalu jauh dan harga dekat pada posisi pembukaan.

Psikologi:

Terjadi pertarungan harga yang sengit antara trader pembeli dan trader penjual. Market sangat tidak pasti, para trader sedang tidak mempunyai arah yang jelas.

Jika Anda melihat candlestick seperti ini sebaiknya Anda menunggu dan jangan masuk ke pasar dulu sampai ada sinyal yang jelas harga bergerak ke arah mana.

Contoh:

4.Candlestick body kecil dengan ekor memanjang ke bawah mengindikasikan bahwa trader pembeli melakukan perlawanan besar. Trader penjual sempat memegang kendali dengan menekan harga jatuh ke bawah sebelum akhirnya trader pembeli melakukan perlawanan yang cukup besar dan mengangkat harga kembali ke sekitar level pembukaan.

Keterangan:

1.Harga mulai dibuka di titik 1, kemudian trader penjual melakukan aksi jual besar-besaran hingga menjatuhkan harga ke titik 2.

2.Di titik 2 trader pembeli mulai melakukan perlawanan besar dengan mengangkat harga sampai ke titik 3.

3.Di titik 3 trader penjual menekan harga sedikit hingga ke titik 4.

4.Harga di titik 4 adalah harga penutupan. Karena terjadi pertempuran harga yang sengit harga penutupan tidak jauh dari harga pembukaan yang digambarkan dengan body candlestick yang kecil.

Psikologi:

Jika Anda menemui candlestick seperti di atas dan Anda menemukannya di area support, itu mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah pada market.

Contoh:

5.Candlestick body kecil dengan ekor memanjang ke atas mengindikasikan bahwa trader penjual melakukan perlawanan besar. Trader pembeli sempat memegang kendali dengan mengangkat harga ke atas sebelum akhirnya trader penjual melakukan perlawanan yang cukup besar dan menekan harga kembali jatuh ke sekitar level pembukaan.

Keterangan:

  1. Harga dibuka di titik 1, kemudian para trader pembeli (buyer) mengangkat harga tinggi dengan melakukan aksi beli yang masif hingga ke titik 2.
  2. Di titik 2 para trader penjual (seller) melakukan serangan balik dengan melakukan serangkain aksi jual yang membuat harga jatuh hingga ke titik 3.
  3. Dari titik 3 trader pembeli melakukan sedikit perlawanan dan mengangkat harga ke titik 4.
  4. Titik 4 adalah harga penutupan. Karena terjadi pertempuran harga yang sengit harga penutupan tidak jauh dari harga pembukaan yang digambarkan dengan body candlestick yang kecil.

Psikologi:

Jika Anda menemui candlestick seperti di atas dan Anda menemukannya di area resistance, itu mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah pada market.

Contoh:

6.Candlestick body kecil diantara dua ekor yang panjang mengindikasikan bahwa baik trader pembeli maupun trader penjual masing-masing mempunyai kekuatan imbang dalam mengendalikan harga pasar, jadi keduanya tidak ada yang menang maupun kalah.

Keterangan:

  1. Harga dibuka di titik 1 dan oleh trader penjual harga ditekan jatuh hingga ke titik 2.
  2. Di titik 2 trader pembeli melakukan serangan balasan dengan melakukan aksi beli yang besar dan mampu mengangkat harga lebih tinggi hingga ke titik 3.
  3. Di titik 3 trader penjual masih tidak mau kalah,masih menunjukkan kekuatannya untuk melakukan aksi jual dan menjatuhkan harga hingga ke titik 4.
  4. Titik 4 merupakan harga penutupan yang nilainya hampir sama dengan nilai harga pembukaannya karena kekuatan trader pembeli dan trader penjual berimbang.

Psikologi:

Jika Anda melihat jenis candlestick seperti gambar di atas artinya market sedang indecision, para trader terlihat sedang kebingungan. Pola candlestick tersebut jika berkelompok bisa diartikan bahwa market sedang sideways (flat).

Contoh:

Catatan:

  • Warna body candlestick tidak penting dalam pola sejenis, ekor dan posisi terbentuknyalah yang akan menentukan psikologi dan bagaimana memanfaatkan pola sejenis.
  • Pergerakan harga yang ditunjukkan pada tiap contoh candlestick di atas hanya ilustrasi saja untuk mempermudah pemahaman Anda. Ada banyak sekali skenario pergerakan harga yang mungkin terjadi dalam pembentukan candlestick.

Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan Anda mengenai candlestick chart dengan memahami apa yang terjadi dibalik pola candlestick. Dengan memahami candlestick dengan baik Anda dapat membuat keputusan jual beli dengan lebih objektif berdasarkan apa yang sedang terjadi di pasar.

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

6 comments

  1. Saya mau tanya ni, misalnya saya sudah beli saham di perusahaan A kataknlah 1 lot, perntanyaannya :
    1. Apkah saham tersebut harus saya jual hari ini juga? Klo misalnya saya mnjualnya beberapa hari ke depan apa gk bisa atau ada pemotongan dll?

    2. jika tidak menggunakan fitur cut loss apakah saham saya bisa terjual sangat rendah? knpa bisa trjdi demikian?

    Sebelumnya terimkasih atas artikelnya, sangat membantu.

    1. Pak Ridwan,

      Saya akan coba bantu jawab pertanyaannya:
      1. Saham yang bapak beli tidak harus dijual hari itu juga. Bisa dijual 5 hari lagi,sebulan lagi atau tahun depan atau juga bisa dijual 20 tahun lagi. Semua tergantung gaya trading yang bapak pilih. Contohnya saya, gaya trading saya itu swing trading. Jadi saya beli saham hari ini setelah seminggu harganya naik baru saya jual untuk ambil untung.
      Apakah ada potongan?
      Kita trading menggunakan jasa broker saham. Sebagai penyedia layanan trading mereka menentukan biaya-biaya transaksi untuk transaksi beli saham dan transaksi jual saham. Besarnya biaya transaksi tergantung masing-masing broker.

      2.Jika tidak menggunakan fitur cut loss harga saham yang bapak beli bisa semakin turun. Jika bapak tidak cut loss artinya kerugian yang bapak talami semakin besar. Apakah harga saham bisa turun lebih rendah? Bisa. Apakah harga saham bisa justur naik makin tinggi? Bisa. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Karena kita tidak tahu apa yang terjadi maka wajib hukumnya mengelola risiko. Jika kita rugi maka ruginya harus kecil.

      Salam,
      Lukas Bastian

  2. Misalnya saya beli saham di perusahaan A dg harga rp. 100 tanpa menggunakan cut loss, kemudian harga turun ke Rp. 70, kan bisa kita tunggu mungkin suatu saat harganya naik lagi diatas Rp. 100 baru dijual.

    Jika ada 10 perusahaan yang harga sahamnya turun kira2 peluang untuk perusahaan yang mungkin bisa naik lagi harga sahamnya berapa? kemudian yang gak bakal naik lagi berpa?

    Maaf soalnya saya baru belajar saham.

    1. 1. Misalnya pak ridwan membeli saham ABCD di harga 100 kemudian harganya turun menjadi 70 dan tidak cut loss. Itu artinya bapak sudah rugi 30%. Bisa gak harga sahamnya naik? Bisa. Tapi kita tidak tahu kapan. Kenapa harga saham turun? Biasanya karena kinerja perusahaannya buruk. Utang perusahaan banyak sementara pendapatan sedikit. Pertanyaannya: Kenapa bapak tetap mau bertahan sama perusahaan yang kinerjanya buruk? Jual saja sahamnya dengan kerugian terukur. Bapak bisa cari saham lain yang kinerja perusahaannya bagus. Kalo kinerja perusahaannya bagus kemungkinan besar harga sahamnya ikut naik. Darimana bapak tahu kinerja perusahaannya bagus? Dari laporan keuangan perusahaan yang dikeluarkan setiap 3 bulan sekali (1 kuartal).

      Kalo bapak mau beli saham dan sahamnya disimpan untuk jangka panjang itu namanya investasi.
      Tapi kalo bapak mau beli saham dan ingin dijual kalo sudah untung itu namanya trading.

      2.Jika ada 10 perusahaan harga sahamnya turun peluang harga saham naik berapa?
      Jawabannya: Saya tidak tahu. Dan saya tidak perlu tahu.
      Yang saya tahu cuma satu: Jika harga sahamnya turun dan tidak sesuai dengan prediki saya, akan saya jual rugi dengan kerugian kecil. Lalu saya cari peluang saham yang lain.
      Di bursa saham ada ribuan investor. Ada pembeli dan ada penjual. Dan investor ini punya dana dan kepentingan masing-masing. Kita tidak tahu persis kapan suatu saham akan naik atau kapan turun. Semuanya hanya masalah kemungkinan.

      Salam,
      Lukas Bastian

  3. Jwbannya sngat bermanfaat sekali buat saya yg lagi belajar trading, Terima ksih.
    Mudah2an blognya maju terus dgn pengunjung yg banyak.

    Nice article..

  4. Saya mau nanya gimana cara beli saham.. Soalnya saya orang awam dlam soal begini tp pingin coba.. Dan apa bisa misal beli saham bni tp perorangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *