Maximum Drawdown: Lembah Kematian Para Trader

Di dalam trading Drawdown mengacu pada penurunan modal trading karena transaksi rugi. Bisa karena satu transaksi rugi, bisa juga karena banyak transaksi rugi. Drawdown dinyatakan dalam persentase dan diukur dari titik modal tertinggi ke titik modal terendah.

Penurunan modal trading yang normal disebut dengan Drawdown.

Penurunan modal trading yang sangat signifikan karena serangkaian kerugian disebut dengan Maximum Drawdown.

Sebelum Anda belajar lebih dalam mengenai Drawdown coba Anda jawab pertanyaan ini: Selama Anda trading sudahkah Anda mengetahui bagaimana pergerakan modal yang Anda miliki di rekening trading Anda?

Sebagai trader Anda harus paham bahwa pertumbuhan modal di rekening trading Anda TIDAK BERGERAK SECARA LINEAR seperti contoh dibawah ini.

Jika Anda berpikir setelah melakukan serangkaian transaksi uang di rekening trading Anda terlihat seperti contoh gambar diatas maka Anda sudah menciptakan ekspektasi yang keliru!

Bahkan tidak sedikit trader pemula yang memiliki ekpektasi yang sangat salah dengan berharap dapat menggandakan uang mereka setiap bulan melalui trading!

Mimpi!

Modal trading Anda akan bertumbuh tetapi proses menuju kesana akan melalui fase naik dan turun seperti yang ditunjukkan oleh contoh berikut.

Kenapa uang di rekening trading Anda akan terlihat seperti gambar diatas?

Karena ketika Anda trading Anda akan mengalami yang namanya Losing Streaks (kerugian beruntun) dan Winning Streaks (kemenangan beruntun). Ya tentu saja seperti yang Anda ketahui jika Anda mengalami serangkaian kemenangan beruntun modal trading Anda akan bertambah dengan signifikan dan juga sebaliknya jika Anda mengalami serangkaian transaksi rugi modal trading Anda akan berkurang drastis apalagi jika Anda merisikokan terlalu banyak uang dalam tiap transaksi. Tetapi transaksi menang dan kalah ketika Anda trading tidak terdistribusi dengan rata. Oleh karena itu Anda tidak akan pernah tahu persis kapan Anda akan mengalami kenaikan modal trading Anda dan kapan Anda mengalami penurunan modal.

Dalam jangka pendek Anda tidak bisa selalu memprediksi dengan pasti apakah suatu transaksi akan berakhir dengan keuntungan maupun dengan kerugian. Setelah melakukan banyak transaksi atau minimal 100 transaksi barulah rasio kemenangannya kelihatan. Setelah melakukan minimal 100 transaksi dengan disiplin baru kemudian Anda mengetahui hasil dari strategi atau sistem trading yang Anda gunakan.

Misalnya Anda memiliki strategi atau sistem trading dengan akurasi 60%. Artinya dari 100 kali transaksi Anda menang 60 kali dan kalah 40 kali. Tapi Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda mengalami 60 kali kemenangan dan kapan Anda mengalami 40 kali kekalahan tersebut. Bisa saja Anda mengalami 40 kali kerugian beruntun diawal dan sisanya mengalami kemenangan 60 kali beruntun. Rasio-nya tetap 60% juga bukan?

Pertanyaannya, jika ternyata Anda mengalami 40 kali kerugian beruntun berapa banyak Anda akan kehilangan uang? Mampukah Anda bertahan? Apakah Anda masih memiliki cukup modal yang tersisa untuk melanjutkan trading? Siapkah Anda menghadapi FASE PENURUNAN modal hingga -15%, -20%, -40% atau hingga lebih dari -50%?

Saya tahu ini bukan sesuatu yang ingin Anda dengar. Saya juga tahu Anda mungkin sudah “dicuci otak” oleh banyak guru trading diluar sana yang hanya berbicara soal betapa mudahnya menghasilkan uang melalui trading dan tanpa pernah membahas soal drawdown dan bagaimana caranya bertahan jika Anda sedang mengalami periode sulit saat trading.

Tetapi ketahuilah bahwa apapun strategi atau sistem trading yang Anda gunakan Anda pasti akan mengalami yang namanya Maximum Drawdown!

Itu Pasti!

Dan Anda akan mengalami Maximum Drawdown berkali-kali sepanjang karir Anda sebagai seorang trader!

Drawdown bukanlah sesuatu yang bisa Anda hindari di dunia trading. Itu adalah kenyataan pahit yang harus Anda terima sebagai trader!  Drawdown sama seperti naik turunnya omset di dalam bisnis. Apakah sebagai pebisnis omset Anda selalu naik setiap bulan? Tentu tidak bukan? Begitu pula dengan trading.

Jika drawdown bukan sesuatu yang bisa dihindari saat trading lantas apa yang harus Anda lakukan?

Disinlah peranan penting dari menerapkan Risk dan Money Management yang benar ketika trading! Agar kerugian Anda minimal! Agar jika Anda berada di dalam periode kerugian beruntun Anda hanya sedikit kehilangan uang dan persentase drawdown Anda tidak terlalu besar!

Hal-hal teknis bagaimana cara menerapkan Risk dan Money Management dengan benar sudah saya jelaskan dengan sangat lengkap pada sekumpulan artikel ini. Silahkan Anda serap ilmunya!

CONTOH-CONTOH DRAWDOWN

Contoh 1

Modal awal Anda trading adalah $10,000

Lalu Anda melakukan satu transaksi dan ternyata rugi $2000

Modal Anda yang tersisa adalah $8000

Titik modal tertinggi Anda adalah $10,000 dan modal terendah Anda adalah $8000 maka Anda sedang mengalami drawdown:

= $10,000 – $8000

= $2000

= $2000/$10,000 x 100%

= -20%

Contoh 2 

Modal awal Anda trading adalah $10,000

Anda trading dan mengalami serangkaian keuntungan $5000

Modal Anda sekarang $15,000

Lalu Anda trading lagi dan mengalami serangkaian kerugian $7500

Modal Anda yang tersisa adalah $7500

Titik modal tertinggi Anda adalah $15,000 dan modal terendah Anda adalah $7500 maka Anda sedang mengalami drawdown :

= $15,000 – $7500

= $7500

= $7500/$15,000 x 100%

= -50%

Di awal saya mengatakan bahwa selama karir Anda sebagai trader Anda akan mengalami beberapa kali Maximum Drawdown. Melalui contoh-contoh grafik dibawah ini saya ingin menunjukkan kepada Anda bahwa instrumen finansial apapaun yang Anda tradingkan baik itu saham, pasangan mata uang (forex pair) atau komoditas maupun indeks bursa dunia juga mengalami yang namanya drawdown.

Contoh Grafik 1: Saham

BRKA: Berkshire Hathaway

Keterangan:

Dalam kurun waktu 20 tahun saham BRKA pernah mengalami 3 kali Maximum Drawdowns yaitu:

  1. Periode 1986-2000 (14 tahun) : -51.43%
  2. Periode 2007-2009 (1.5 tahun) : -53.81%
  3. Periode 2010-2011 (1 tahun) : -29.67%

Contoh Grafik 2: Forex Pair

EUR/USD : Euro/Dollar

Keterangan:

Selama 24 tahun pasangan mata uang EUR/USD mengalami 2 kali Maximum Drawdowns yaitu:

  1. Periode 1992-2000 (8 tahun) : -43.57%
  2. Periode 2008-2016 (8 tahun) : -35.45%

Contoh Grafik 3: Komoditas

Emas / Gold

Keterangan:

Harga emas (Gold) sendiri setidaknya mengalami 3 kali Maximum Drawdowns dalam kurun waktu 36 tahun yaitu:

  1. Periode 1980-1992 (12 tahun) : -61.67%
  2. Periode 2008 (7 bulan) : -33.98%
  3. Periode 2011-2015 (4 tahun) : -45.55%

Contoh Grafik 4: Indeks Bursa Saham Amerika

Index S&P 500 / SPX

Keterangan:

Index bursa saham Amerika juga mengalami setidaknya 3 kali Maximum Drawdowns yaitu pada periode:

  1. Periode 1987 (7 bulan) : -35.94%
  2. Periode 2000-2002 (2 tahun) : -50.50%
  3. Periode 2007-2009 (1.5 tahun) : 57.69%

Contoh Grafik 5: Indeks Bursa Saham Indonesia

IHSG / Indeks Harga Saham Gabungan

Keterangan:

Bursa saham Indonesia (IHSG) juga mengalami yang namanya Maximum Drawdown. Dan terjadi pada:

  1. Periode 1997-1998 (1 tahun) : -65.62%
  2. Periode 2008 (10 bulan) : -61.62%
  3. Periode 2015 (6 bulan) : -26.91%

Saya yakin setelah melihat contoh-contoh grafik di atas Anda sudah memahim apa itu Drawdowns. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah Anda melihat ada grafik yang naik lurus ke atas tanpa pernah mengalami penurunan? Tidak ada bukan? Kenapa? Karena begitulah realita dari trading itu sendiri!

BAGAIMANA PERGERAKAN MODAL  DI REKENING TRADING ANDA?

Ada dua cara untuk mengetahui bagaimana perkiraan pergerakan modal trading Anda jika menggunakan suatu strategi atau sistem trading yaitu:

  1. Melalui Backtesting Sistem Trading

Sebelum Anda menggunakan strategi atau sistem trading apapun, Anda harus melakukan Backtesting terhadap sistem trading terlebih dahulu! Anda harus menguji sistem trading tersebut menggunakan data di masa lalu. Apakah menguntungkan atau tidak. Dengan melakukan Backtesting Anda akan mengetahui “jeroan” sistem trading yang akan Anda gunakan. Anda tahu apa kelebihannya dan apa kekurangannya! Dengan demikian Anda bisa melakukan penyesuaian terhadap sistem trading apabila memang diperlukan. Cara mengetahui bagaimana melakukan backtesting dapat Anda pelajari disini.

Saya juga sudah menyiapkan Report Lengkap Backtesting Sistem Trading bagi Anda! Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading tersebut saya sudah menyajikan bukti-bukti chart dan statistik yang sangat lengkap bagi Anda. Termasuk grafik bagaimana pergerakan uang di rekening trading jika Anda menjalankan sistem trading dengan cukup disiplin. Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading saya juga mengulas tentang Drawdown dan bagaimana agar persentase drawdown tetap kecil.

Jika Anda mempraktekkan Sistem Trading yang ada pada Report Lengkap Backtesting dengan disiplin, Anda akan terhindar dari Maximum Drawdown!

  1. Melalui Simulasi Sistem Trading

Untuk melakukan simulasi terhadap suatu sistem trading pertama-tama Anda harus tahu dulu berapa akurasi sistem tradingnya, berapa rata-rata untung, berapa rata-rata rugi dan berapa modal trading yang digunakan. Bagaimana caranya mengetahuinya? Yap! Melalui Backtesting. Itulah pentingnya backtesting. Anda bisa menemukan data-data yang Anda butuhkan. Data-data inilah yang nantinya akan Anda masukkan ke dalam software simulasi untuk mengetahui hasilnya.

Atau bisa juga untuk melakukan simulasi sistem trading Anda menggunakan asumsi-asumsi.

Misalnya diasumsikan bahwa:

– Modal trading yang digunakan $10,000

– Sistem trading akurasinya 55%

– Rata-rata untung $200

– Rata-rata rugi $100

Contoh-contoh pergerakan modal trading yang akan saya bagikan berikut merupakan hasil simulasi yang dilakukan pada 500 transaksi.

Simulasi 1

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 70%
  3. Rata-rata untung $100
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:1

Perkiraan pergerakan modal trading:

Simulasi 2

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 60%
  3. Rata-rata untung $100
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:1

Perkiraan pergerakan modal trading:

Simulasi 3

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 50%
  3. Rata-rata untung $150
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:1.5

Perkiraan pergerakan modal trading:

Simulasi 4

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 40%
  3. Rata-rata untung $200
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:2

Perkiraan pergerakan modal trading: 

Simulasi 5

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 30%
  3. Rata-rata untung $300
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:3

Perkiraan pergerakan modal trading: 

Simulasi 6

Asumsi yang digunakan:

  1. Modal trading $10,000
  2. Akurasi sistem trading 20%
  3. Rata-rata untung $500
  4. Rata-rata rugi $100
  5. Risk to Reward Ratio 1:5

Perkiraan pergerakan modal trading: 

Catatan: Software yang digunakan untuk melakukan simulasi berasal dari edgewonk.com

Jika Anda perhatikan dengan seksama contoh simulasi pergerakan modal trading yang saya bagikan diatas berasal dari berbagai macam sistem trading yaitu:

  1. Sistem trading dengan akurasi tinggi tetapi Risk to Reward Ratio Rendah
  2. Sistem trading dengan akurasi sedang dan Risk to Reward Ratio juga sedang
  3. Sistem trading dengan akurasi sangat rendah tetapi Risk to Reward ratio cukup tinggi

Apapaun strategi trading yang Anda gunakan asalkan sistem trading tersebut profitable (menguntungkan) dan Anda menjalankannya dengan disiplin maka dalam jangka panjang Anda akan mengalami kenaikan modal trading Anda.

Tetapi dalam jangka pendek seperti yang Anda lihat pada grafik simulasi modal trading di atas, Anda akan mengalami penurunan modal (drawdown) akibat kerugian-kerugian yang Anda alami.

APAKAH ANDA SIAP?

Pertanyaan yang harus Anda jawab sebagai trader:

1.Apakah Anda siap mengalami fase penuruan modal saat trading?

2.Jika Anda benar-benar siap sampai berapa persen penurunan yang sanggup Anda terima? Apakah jika Anda kehilangan modal hingga 20% Anda langsung panik? Atau apakah Anda akan tetap tenang menghadapi periode drawdown hingga 50%? Apakah kepala Anda bisa tetap dingin dan Anda tetap disiplin menjalankan sistem trading Anda?

Perhatikan contoh drawdown saham BRKA. Ketika terjadi krisis finansial pada tahun 2008, saham BRKA mengalami penurunan hingga -53%! Anda tahu saham BRKA (Berkshire Hathaway) milik siapa? Bagi Anda yang belum tahu itu adalah saham perusahaan milik Warren Buffett!

Warren Buffett adalah investor saham terkaya sepanjang masa!

Ketika nilai saham BRKA turun hingga 50% lebih apakah Warren Buffet panik?

Apakah Warren Buffet merasa strategi investasinya gagal?

Tentu saja tidak!

Kenapa?

Karena Warren Buffet sendiri memahami dengan sangat baik strategi investasi yang dia gunakan dan dia tahu bahwa dia akan mengalami Maximum Drawdown dan dia siap jika harus mengalami penurunan hingga -50% dari modalnya!

Oleh karena itulah Warren Buffett memberikan pernyataan seperti kutipan pada gambar diatas.

Terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini: “Kecuali Anda bisa melihat saham yang Anda miliki turun hingga 50% tanpa merasa panik, Anda tidak seharusnya berada di pasar saham.”

Apa artinya?

Anda harus selalus siap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi! Anda harus siap mengalami Maximum Drawdowns dan Anda harus tetap tenang!

Sebagai trader Anda harus tahu berapa persen kemungkinan Maximum Drawdown yang akan Anda alami jika menjalankan suatu sistem trading. Dengan demikian ketika Anda trading dengan uang sungguhan dan modal Anda berkurang Anda tetap tenang dan tetap menjalankan sistem trading Anda dengan disiplin karena Anda sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi! Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Darimana Anda tahu perkiraan drawdown tersebut? Ya lagi-lagi melalui backtesting sistem trading.

Anda lihat bagaimana saya selalu menekankan kepada Anda untuk selalu melakukan backtesting sebelum menggunakan sistem trading dengan uang sungguhan?

Backtesting itu sangat penting. Agar Anda tidak buta terhadap apa yang Anda gunakan. Agar Anda tidak seperti beli kucing dalam karung! Melalui backtesting-lah Anda mengetahui seberapa baik suatu sistem trading. Melalui backtesting pula akan kelihatan kelemahan-kelemahan sistem trading tersebut. Termasuk di dalamnya seberapa besar drawdown yang akan Anda alami jika menggunakannya.

Kenapa drawdown harus jadi perhatian yang serius bagi trader?

Karena dengan memahami persentase drawdown sistem trading yang Anda gunakan maka Anda:

1.Tidak gonta-ganti sistem trading hanya karena sedang berada di “fase kehilangan uang”.

2.Selalu Risk Small. Ini penting agar modal trading Anda tidak mengalami “pendarahan hebat”.

3.Percaya diri. Anda tahu dengan pasti bahwa fase penurunan modal yang sedang Anda alami hanya sementara dan jika Anda tetap disiplin menjalankan sistem trading Anda, modal trading Anda akan bertumbuh.

Saya sudah menyediakan banyak sistem trading gratis untuk Anda. Anda bisa download semuanya secara gratis DISINI.

Anda mungkin bertanya-tanya berapa persen Maximum Drawdown yang mungkin Anda alami nantinya jika menggunakan sistem trading tersebut. Apakah Anda akan kehilangan banyak uang atau justru Anda hanya sedikit mengalami penurunan modal? Jawabannya bisa Anda dapatkan di Report Lengkap Backtesting Sistem Trading! Dan Anda tidak akan kecewa dengan hasilnya!

MEMINIMALKAN MAXIMUM DRAWDOWN

Anda sudah tahu bahwa tugas utama Anda sebagai trader adalah menjadi manajer risiko. Anda harus memastikan bahwa persentase Risk of Ruin Anda sebagai trader menjadi 0%. Artinya jika Anda menjalankan suatu strategi atau sistem trading dengan disiplin dalam jangka panjang Anda tidak mungkin bangkrut. Jika Anda tidak mungkin bangkrut berarti Anda sudah bisa profit konsisten!

Bagaimana mencegah risk of ruin sangat erat kaitannya dengan menerapkan money dan risk management yang tepat! Mulai dari hanya merisikokan 1% dari total modal Anda tiap transaksi hingga melakukan position sizing yang benar!

Disamping mencegah risk of ruin, merisikokan hanya 1 % dari total modal Anda tiap transaksi juga dapat memiminalkan Maximum Drawdown Anda.

Tidak bosan-bosannya saya menganjurkan untuk RISK SMALL!

Jadi jika setiap kali Anda mengalami kerugian dan modal trading Anda berkurang secara drastis maka tentulah itu artinya merisikokan terlalu banyak uang dalam satu transaksi.

Belajarlah mempraktekkan Money dan Risk Management yang benar setiap kali Anda trading!

Tentulah setiap trader berharap memiliki pertumbuhan modal trading yang relatif stabil dan hanya mengalami minimum drawdown saja. Lagipula siapa yang tidak ingin melihat pergerakan modal trading naik dengan cukup mulus (smooth) tanpa gejolak yang cukup berarti?

Dan Anda tentu akan mencari sistem trading yang memungkinkan Anda untuk dapat mewujudkan tersebut bukan?

Anda bisa membuat sistem trading Anda.

Atau Anda juga bisa menggunakan sistem trading yang profitable yang saya bagikan secara garatis kepada Anda.

Semua Profitable Trading Systems yang saya bagikan kepada Anda jika dijalankan dengan disiplin akan menghasilkan pertumbuhan modal yang cukup mulus dan kemungkinan Anda akan mengalami Maximum Drawdown yang tidak terlalu besar (<20%).

Apakah ada buktinya?

Tentu saja!

Oleh karena itu saya membuat Report Lengkap Backtesting Sistem Trading agar Anda memiliki bukti-bukti yang kuat terhadap sistem trading yang akan Anda gunakan.

LEMBAH KEMATIAN

Ketika mengalami Maximum Drawdownlah banyak trader yang menyerah ditengah jalan. Kenapa menyerah? Karena mereka tidak sanggup melihat uang mereka berkurang secara drastis saat trading. Ini disebabkan ekspektasi yang keliru tentang trading. Ekspektasi ini bisa berasal dari guru-guru trading sesat yang hanya selalu membicarakan bagaimana caranya untuk profit tanpa pernah membahas meminimalkan risiko.

Semua trader professional mengalami yang namanya Maximum Drawdown. Tetapi mereka tetap fokus menjalankan sistem trading milik mereka dengan penuh kepercayaan diri!

Masih ingat dengan contoh Warren Buffett yang perusahannya mengalami penurunan nilai hingga -53% ketika terjadi krisis finansial di tahun 2008?

Warren Buffet memberikan contoh yang sangat baik bagaimana sikap kita jika sedang mengalami Maximum Drawdown yaitu Tenang dan Tidak Panik.

Kebanyakan trader hanya mau hasil akhirnya saja. Tetapi mereka tidak mau melewati perjalanan panjang, naik dan turun menuju hasil akhir tersebut. Ketika melewati lembah kematian bernama Maximum Drawdown mereka tidak sanggup, uang mereka sudah habis duluan lalu mati ditengah jalan!

Saya juga ingin perjalanan saya sebagai trader mulus-mulus saja. Tanpa rintangan dan tanpa harus mengalami yang namanya Maximum Drawdown.

Tapi apa mungkin?

Ya tidak mungkin.

Karena dunia trading merupakan dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan disitulah letak tantangannya.

Semoga tulisan ini membantu Anda.

 

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *