Maximum Adversity – Semua Trader Digebukin Oleh Hukum Ini

Maximum Adversity.

Saya tidak tahu apa padanan kata yang tepat jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Jika diterjemahkan kata per kata maka akan menjadi: Kesulitan Tingkat Maksimal.

Rasanya kok janggal.

Tapi ya mau bilang apa lagi coba?

Agar kedengaran tidak janggal, saya akan tetap menggunakan kata “Maximum Adversity” disepanjang tulisan ini.

Saya tahu sebenarnya Anda sudah mulai bosan mendengar kata “hukum”.

Trading kok bahasannya hukum melulu Hotman Paris yang ahli hukum aja gak banyak ngomongin hukum.

Ya gak?

Sebelum Anda bosan dengan kata “hukum”, saya ingin mengingatkan kembali kepada Anda bahwa hidup kita ini gak jauh-jauh dari hukum.

Hidup kita gak lepas dari aturan-aturan.

Hidup kita dinaungi oleh banyak hukum.

Anda suka atau Anda tidak suka, hukum-hukum tersebut tetap ada dalam kehidupan Anda. Yang membedakannya adalah ada orang-orang yang menyadarinya dan ada yang sebodo amat (Emangnya Gue Pikirin!).

Trading pun demikian.

Banyak hukum dalam trading. Dan lebih banyak lagi trader yang tidak menyadarinya!

Keberhasilan Anda dalam trading tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik Anda memahami teknikal analisis, seberapa canggih strategi trading yang Anda gunakan, seberapa solid risk dan money management Anda atau seberapa disiplinnya diri Anda.

Dalam trading Anda tidak hanya berbicara tentang “trading”.

Anda tidak hanya berbicara tentang candlestick, pola grafik, buy dan sell, indikator, broker, spread, komisi, untung-rugi, statistik, saham, forex, pair, positive expectancy, compounding return.

Ada hal lain yang perlu Anda ketahui.

Anda perlu mempelajari hukum-hukum yang berlaku dalam trading. Dan memanfaatkan hukum-hukum tersebut untuk keberhasilan Anda.

Sebelumnya Anda sudah belajar tentang:

– The Law of Large Number (Hukum Bilangan Besar)

– The Law of Averages (Hukum Rata-Rata)

Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan Maximum Adversity, tidak bosan-bosannya saya mengingatkan Anda kembali bahwa:

TRADING MERUPAKAN SALAH SATU PEKERJAAN TERSULIT DI DUNIA INI!

Kenapa?

Karena Anda trading melawan trader-trader terhebat yang pernah hidup di muka Bumi ini dan Anda juga harus melawan diri Anda sendiri!

Trading merupakan High Performance Field.

Untuk bisa berhasil dalam trading Anda harus menjadi salah satu yang terbaik.

Tidak semua orang bisa menjadi yang terbaik dan menjadi trader yang memiliki performa tinggi ketika trading.

Karena alasan itu jugalah peluang keberhasilan dalam trading (bisa profit konsisten) sangat kecil hanya sekitar 5-10% saja.

Atau dengan kata lain tingkat kegagalan dalam trading sangat tinggi hampir 90% lebih!

Dalam bidang atau pekerjaan apapun yang tingkat keberhasilannya sangat rendah berlaku hukum Maximum Adversity!

Dan trading adalah salah satunya.

Maximum Adversity berlaku dalam trading.

Maximum Adversity inilah yang memastikan siapapun yang masuk ke dalam dunia trading harus gagal!

Dan harus gagal berkali-kali.

Dan harus mengalami kegagalan yang SANGAT MENYAKITKAN!

SIAPAPUN ITU!

Termasuk trader-trader hebat sepanjang masa sekalipun.

Jika Anda tidak percaya sama saya, sebaiknya Anda membaca buku karangan Jack Schwager:

– Market Wizards

– The New Market Wizards

– Stock Market Wizards

– Hedge Fund Market Wizards

Buku-buku diatas adalah hasil wawancara dari trader-trader dunia. Dan semua trader-trader tersebut dulunya pernah mengalami kegagalan diawal karir mereka sebagai trader.

Tidak peduli siapa mereka, tidak peduli apa yang mereka tradingkan, tidak peduli apa strategi trading mereka, mereka semua pernah gagal sebagai trader.

Kegagalan dan mengalami kerugian SESUATU YANG TIDAK BISA DIHINDARI DALAM TRADING.

Semua kita mendapat jatah kegagalan yang sama sebagai trader.

Semua kita pernah merasakan menjadi trader pesakitan karena kehilangan uang.

Semua kita tahu betapa ganasnya pasar finansial, entah Pasar Saham apalagi Forex Market.

Penderitaan yang Anda alami ya saya alami juga.

Ya dialami oleh semua trader di dunia ini juga.

Maximum Adversity adil dalam membagi rata “kesengsaraan” kepada setiap trader.

Jadi jika saat ini Anda rugi trading dan merasa telah kehilangan banyak uang, INGAT DAN CAMKAN INI BAIK-BAIK KI SANAK:

Tidak ada yang istimewa dari kegagalan Anda.

Tidak ada yang “wah” dari kerugian besar yang pernah atau sedang Anda alami.

Tidak ada.

Anda gak perlu curhat, karena takkan ada juga yang peduli.

Kenapa tak ada yang peduli?

Karena semua trader pernah merasakan hal yang sama.

 

Berhentilah merasa diri Anda istimewa.

Berhentilah merasa hidup Anda paling menderita sedunia.

Berhentilah mengasihani diri Anda sendiri.

Mulailah melakukan perbaikan mulai dari sekarang kalo Anda memang serius mau menjadi trader yang bisa profit konsisten.

Ya kalo Anda gak mau juga gak apa-apa, toh 90% trader yang gagal juga tidak mau melakukan perbaikan.

 

Maximum Adversity Membantai Semua Trader

Seperti yang sudah saya katakan diatas, tugas utama dari Hukum Maximum Adversity adalah MEMASTIKAN SEMUA TRADER UNTUK GAGAL DAN MENYERAH.

Maximum Adversity akan memberikan semua trader banyak kegagalan.

Maximum Adversity akan memberikan semua trader serangkaian kerugian beruntun.

Maximum Adversity akan memberikan semua trader pengalaman pahit yang menyakitkan.

Maximum Adversity pulalah yang menggaransi bahwa semua trader wajib merasakan sensasi hidup dalam neraka kesengsaraan yang tidak kenal belas kasihan dalam trading.

S-E-M-U-A.

Maximum Adversity ini tidak memandang siapapun.

 

Anda punya skill trading pas-pasan? Digebukin.

Anda punya skill trading tingkat dewa? Digebukin.

 

Anda goblok banget? Digebukin.

Anda punya gelar Phd? Digebukin.

 

Anda trading pake Teknikal Analisis? Digebukin.

Anda trading pake Fundamental Analisis? Digebukin.

Anda trading pake pendekatan Tecno Fundamentalis? Digebukin.

 

Anda trading dengan modal cekak? Digebukin.

Anda trading dengan modal selangit? Digebukin.

 

Anda trading sambil koloran di rumah? Digebukin.

Anda trading di kantor elite? Digebukin.

 

Anda Mechanical Trader? Digebukin.

Anda Discretionary Trader? Digebukin

 

Anda trading pake Algoritma / Software / Robot? Digebukin.

Anda trading manual? Digebukin.

Anda menggunakan strategi trend following? Digebukin.

Anda menggunakan strategi reversal trading? Digebukin.

 

Anda Scalper? Digebukin.

Anda Day trader? Digebukin.

Anda Swing trader? Digebukin.

Anda Long Term trader? Digebukin.

Anda Investor jangka panjang? Digebukin!

Pengalaman trading Anda baru seumur jagung? Digebukin.

Anda trader veteran yang sudah malang melintang puluhan tahun? Digebukin.

 

Anda trading Saham? Digebukin.

Anda trading Forex? Digebukin.

Anda trading Options? Digebukin.

Anda trading Futures? Digebukin.

Anda trading Crypto? Digebukin.

Anda trading Binary Options? Anda gak cuma Digebukin. Tapi dikubur hidup-hidup!

 

Digebukin melalui apa?

Digebukin melalui kerugian.

Digebukin melalui kehilangan banyak uang.

Digebukin melalui banyaknya masalah-masalah yang muncul.

Digebukin melalui banyak kegagalan.

 

Apakah selama trading Anda merasakan hal-hal dibawah ini?

– Trading bertahun-tahun tetapi hasilnya belum kelihatan

– Anda frustasi melihat hasil trading Anda.

– Anda marah dan muak dengan trading.

– Anda kecewa sepertinya selalu dipermainkan oleh market.

– Pas beli harganya turun.

– Rugi beruntun sering, untung beruntun malah kagak pernah.

– Waktu cut loss harganya malah berbalik arah sesuai prediksi.

– Ketika take profit harganya justru makin terbang.

– Tidak cut loss harga makin nyungsep.

– Tidak take profit harganya malah jadi loss.

– Ngikutin omongan guru A gak berhasil.

– Ikut apa kata mentor B gak berhasil juga.

– Pake strategi trading pas ikut seminar ratusan ribu, gak berhasil.

– Make strategi trading dari workshop trading belasan juta, gak berhasil juga.

– Udah baca banyak buku trading tapi belum dapat pencerahan juga.

– Udah dapat pencerahan masih rugi juga.

– Waktu di backtesting, strategi tradingnya kelihatan hebat, digunakan live trading justru malah melempem kek kerupuk kena kuah soto.

– Prediksi kemana harga akan bergerak benar, tapi timing belinya salah.

– Prediksi benar, timing beli benar, tapi belinya terlalu sedikit.

– Sudah baca buku trading, nonton edukasi trading dari youtube, dengerin podcast trading, ikut seminar trading dimana-mana tapi masih belum bisa profit konsisten juga.

– Habis tenaga, habis uang, habis waktu tanpa tahu kapan akan berhasil.

– Anda rasanya mau menyerah.

– Anda merasa hampir mustahil untuk bisa berhasil dari trading.

– Anda merasakan seperti mau gila setelah merasakan pahitnya dunia trading.

– Keyakinan Anda mulai luntur dan Anda mulai percaya bahwa trading itu judi.

Jika Anda pernah atau sedang mengalami hal-hal di atas itulah tandanya bahwa Maximum Adversity sedang MENJALANKAN TUGASNYA DENGAN SANGAT BAIK.

Jika Anda mau menyerah atau Anda sudah menyerah, berarti “seleksi ketat” yang dilakukan oleh Maximum Adversity berjalan dengan baik.

Itu artinya Anda memang tidak layak untuk mendapatkan profit konsisten.

Maximum Adversity akan memastikan BAHWA ANDA TIDAK AKAN MERAIH KESUKSESAN TRADING DENGAN MUDAH!

Mental gembel dilarang masuk!

 

Apa yang harus Anda lakukan?

Barangkali Anda bertanya dalam hati: “ Apa yang harus aku lakukan? ”.

Ini yang harus Anda lakukan: persiapkan diri Anda untuk digebukin.

Barangkali belum jelas ya.

Ini saya ulangi: PERSIAPKAN DIRI ANDA UNTUK DIGEBUKIN!

Itulah satu-satunya cara agar Anda mampu menghadapi Maximum Adversity dalam trading.

Saya mencoba mencari jawaban lain, tapi sayangnya tidak ketemu.

Bagaimana Mengaplikasikan “Persiapkan Diri Anda Untuk Digebukin”?

  1. Mawas Diri

Kenali siapa diri Anda. Jika Anda belum tau apa-apa sebagai trader ya gak usah ngarepin apa-apa dari trading. Gak usah kejauhan ngarepin uang yang sangat banyak dari trading. Sadarilah tingkat keberhasilan trading itu sangat kecil. Dan Anda perlu berjuang mati-matian untuk bisa berhasil. Anda perlu mempersiapkan diri Anda untuk mengalami kegagalan. Maaf maksud saya: BANYAK KEGAGALAN. Ijinkanlah diri Anda untuk gagal dan belajar dari kegagalan Anda. Berhentilah memikirkan uang. Fokus pada uang hanya mempercepat kematian karir Anda sebagai trader. Dan ini saya tidak bercanda.

 

  1. Miliki Ekspektasi Yang Realistis

Penjelasan yang lebih lengkap mengenai ekspektasi yang realistis bisa Anda pelajari pada artikel ini.

 

  1. Belajar Menerima Kenyataan

Kenyataan itu menyakitkan. Selama Anda trading hal-hal buruk akan selalu terjadi. Anda tidak perlu bertanya kenapa. Karena kenyataannya ya begitu. Sayangnya kebanyakan trader tidak siap menerima kenyataan pahit tersebut karena hidup dalam ilusi keindahan trading yang indah dan semua hal yang serba mudah.

 

  1. Memiliki Kekuatan Mental (Mental Toughness)

Anda harus kuat secara mental untuk menghadapi semua hal yang serba tidak pasti. Anda harus kuat secara mental untuk menerima kenyataan-kenyataan pahit.

Anda harus kuat secara mental untuk bangkit dari kegagalan. Jika saat ini Anda belum memiliki kekuatan mental tidak apa, Anda bisa memberikan waktu hingga 5 tahun kedepan  untuk membangun mental yang kuat. Belajar ditengah jalan.

 

  1. Penuh Persiapan

Anda gak akan pergi ke medan pertempuran tanpa persiapan bukan? Trading gak ada bedanya. Anda harus mempersiapkan strategi trading yang akan Anda gunakan. Anda harus mempersiapkan modal trading Anda. Anda harus mempersiapkan ilmu tradingnya. Anda harus mempersiapkan skill tradingnya. Anda harus mempersiapkan diri Anda jika mengalami hal-hal baik. Anda juga harus mempersiapkan diri Anda jika mengalami hal-hal yang buruk. Idealnya Anda harus mempersiapkan semuanya. Bukan cuma tinggal klik-klik beli jual seenak udel Anda.

 

Jika melakukan hal-hal diatas maka Anda tidak akan terlalu merasakan efek dari Maximum Adversity.

Anda tetap akan merasakan rasa sakit.

Tapi sakit aja, gak sakit banget.

Jika Anda mampu melewati setiap kesusahan dalam trading dengan baik, apalagi yang dapat menghentikan Anda?

Tidak ada bukan?

Jika Anda mampu melewati kesengsaraan dengan kepala tegak apa lagi yang menghalangi Anda untuk berhasil?

Tidak ada bukan?

Jika Anda mampu mengambil pelajaran dari setiap kegagalan Anda selama trading keberhasilan hanya masalah waktu saja.

Trader-trader yang berhasil adalah trader-trader yang pantang menyerah, yang mau belajar untuk disiplin, mau belajar untuk konsisten, yang tekun, yang gigih berjuang sampai berhasil, yang mau belajar dari kesalahan dan melakukan perbaikan terus menerus.

 

Saya dapat jatah kegagalan.

Itu terserah saya mau bangkit atau tidak.

Anda dapat jatah kegagalan.

Ya itu terserah Anda mau bangkit atau tidak.

 

Tapi saya tahu bahwa tidak banyak orang yang mau memperbaiki diri.

Kebanyakan orang hanya mau memaki. Karena itu pekerjaan mudah.

Mau nangis? Sah.

Mau maki-maki broker? Sah

Mau anjing-anjingin bandar? Sah

Mau mengutuk kebodohan Anda? Sah.

Mau hina-hina guru trading Anda? Sah.

Tapi tak satupun dari tindakan di atas yang akan membuat Anda menjadi trader yang lebih baik.

 

Keputusan ada ditangan Anda.

Anda mau melakukan perbaikan atau Anda mau menyerah.

 

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

2 comments

  1. Benar itu Pak Lukas, Setelah digebukin berkali-kali dan menyakitkan, baru saya paham tentang Disiplin dan konsisten, walaupun realita digebukin tetap ada. Probabistic mindset dan risk management adalah obat kalau digebukin ma market.
    Terimakasih Pak Lukas, Top Artikel. 👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *