3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Trend

Setelah Anda belajar tentang grafik harga dan cara menggunakannya di beberapa time frame yang berbeda sesuai dengan trading style Anda, tiba saatnya bagi Anda untuk belajar bagaimana menentukan trend.

Darimana kita tahu trend kecil sedang uptrend? Darimana pula kita tahu bahwa trend besar sedang downtrend? Darimana kita tahu bahwa harga sedang sideways? Berikut 3 cara sederhana untuk menentukan trend di dalam sebuah chart apapun time frame yang Anda gunakan:

1.Menggunakan Moving Average

Salah satu teknikal indikator yang paling umum dan paling mudah digunakan untuk menentukan arah trend suatu harga adalah Moving Average atau yang biasa disebut dengan MA.Indikator MA menghitung harga rata-rata instrumen finansial dalam rentang waktu tertentu misalnya 5 hari,20 hari atau 100 hari. Jadi MA 20 artinya menghitung pergerakan rata-rata harga selama 1 bulan (kurang lebih 20 hari trading).Dan hasil hitungan ini diinterpretasikan dalam bentuk garis bersama dengan harga tersebut.

Bila dipakai pada chart harian (1D),periode 200 hari (MA 200) dipakai untuk menentukan trend tahunan.Periode 100 hari (MA 100) dipakai untuk menentukan trend setengah tahun.Periode 50 hari (MA 50) dipakai untuk menentukan trend 3 bulanan. Periode 20 hari untuk mengetahui trend 1 bulan. Dan periode 5 hari untuk mengetahui trend 1 minggu.

Untuk menentukan trend kita dapat menggunakan 1 MA atau dapat pula mengkombinasikan 2 MA sekaligus. Seperti contoh-contoh di bawah ini:

Menggunakan 1 MA:

Untuk mengetahui arah trend,dengan mudah Anda dapat melihat dari posisi moving average terhadap harga,apakah berada di atas MA atau di bawah MA.Sedangkan untuk menentukan titik reversal,dapat dilihat dari harga memotong moving average. Untuk lebih jelas dapat Anda lihat pada gambar di atas.

Menggunakan 2 MA:

Garis MA yang berwarna pink adalah MA periode pendek yaitu MA 50. Garis MA yang berwana hitam adalah MA periode panjang yaitu MA 100. Untuk menentukan titik reversal (pembalikan arah) Anda dapat melihat perpotongan dua buah MA seperti yang sudah dijelaskan pada gambar di atas.

Untuk mengidentifikasi trend,tentu saja MA yang digunakan harus disesuaikan dengan gaya trading Anda dan time frame yang Anda gunakan ketika trading.

Saya akan menggunakan contoh MA 100 pada tiap time frame yang berbeda sesuai dengan gaya trading berdasarkan waktu.

MA 100 pada Chart M5 (untuk scalper)

Karena tiap candlestick pada chart di atas mewakili harga yang terbentuk dalam waktu 5 menit maka garis MA 100 pada chart M5 di atas artinya adalah pergerakan harga rata-rata 500 menit. Tidak relevan menggunakan MA 100 untuk scalping. Karena ketika scalping diperlukan kecepatan dalam bertransaksi. Mungkin untuk chart M5 Anda bisa menggunakan kombinasi MA 5 dan MA 10 sebagai panduan untuk menentukan trend.

MA 100 pada Chart M30 (untuk day trader)

Tiap candlestick pada chart di atas mewakili harga yang terbentuk dalam waktu 30 menit maka garis MA 100 pada chart M30 di atas artinya pergerakan harga rata-rata 3000 menit.Menggunakan MA 100 pada chart M30 kurang relevan untuk day trader. Untuk menentukan trend pada chart M30 lebih baik Anda menggunakan kombinasi MA 10 dan 200.

MA 100 pada chart 1D (untuk swing trader)

Tiap candlestick pada chart di atas mewakili harga yang terbentuk dalam waktu 1 hari maka garis MA 100 pada chart 1D di atas artinya pergerakan harga rata-rata 100 hari. Untuk menentukan trend swing trader dapat mengkombinasikan MA 20 dan MA 50.

MA 100 pada chart 1W (untuk trend follower)

Tiap candlestick pada chart di atas mewakili harga yang terbentuk dalam waktu 1minggu maka garis MA 100 pada chart 1W di atas artinya pergerakan harga rata-rata 100 minggu. Untuk trend follower menggunakan Weekly MA 40 pada chart 1W sudah cukup efektif karena harga yang terbentuk dalam chart mingguan lebih solid dan lebih kuat.

Tetapi semua kembali ke masing-masing individu ingin menggunakan MA dengan periode berapa di time frame berapa pula.Tidak ada satu aturan baku harus begini dan begitu dalam penggunaan moving average.

2.Menggunakan Support dan Resistance Trendline

Cara lain untuk menentukan sebuah trend adalah menggunakan support dan resistance trendline.

Support adalah area harga tertentu yang menahan pergerakan harga market,sehingga harga sulit bergerak lebih rendah.Saat menyentuh area support harga cenderung memantul ke atas. Jika area support tembus (breakdown) maka harga akan turun ke bawah sampai menemukan area support baru.

Resistance adalah area harga tertentu yang menahan pergerakan harga market,sehingga harga sulit bergerak lebih tinggi.Saat menyentuh area resistance harga cenderung memantul ke bawah.Jika area resistance tembus (breakout) maka harga akan mencari resistance berikutnya.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa lihat gambar berikut ini.

Trendline sendiri adalah sebuah tool gambar yang terdapat pada platform trading Anda. Untuk menentukan uptrend dapat dibuat dengan menghubungkan setidaknya 2 buah titik support (batas bawah). Dan untuk menentukan downtrend dapat dibuat dengan menghubungkan setidaknya 2 buah titik resistance (batas atas).

Contoh menentukan uptrend menggunakan support trendline.

Contoh menentukan downtrend menggunakan resistance trendline.

Cara menentukan sideways menggunakan support dan resistance trendline.

Harga dikatakan bergerak sideways (terkonsolidasi) jika harga bergerak dalam ruang yang sempit seperti gambar di atas.Area support dan area resistance menahan pergerakan harga untuk tidak turun lebih dalam ataupun naik lebih tinggi.

Penggunaan trendline ini berlaku untuk semua time frame.Baik untuk menentukan major trend ataupun untuk menentukan minor trend. Support dan Resistance trendline ini sederhana namun cukup powerful.Saya sering menggunakannya untuk menentukan target profit dan stop loss.

3. Berdasarkan Market Structure (Swing Highs dan Swing Lows)

Cara paling dasar untuk mengetahui dan menentukan arah trend pada grafik harga adalah dengan menganalisa swing highs dan swing lows pergerakan harga tersebut.

Apa itu swing high dan swing low?

Swing high adalah pergerakan harga yang “mengayun” ke atas. Dan swing low adalah pergerakan harga yang “mengayun” ke bawah.

Untuk mempermudah pemahaman Anda perhatikan gambar di bawah berikut.

Struktur Harga (Market Structure) pasti dibentuk oleh swing highs dan swing lows. Memahami swing highs dan swing lows sangat penting untuk menentukan arah sebuah trend trend.

Ketika uptrend harga tidak bergerak linear ke atas,tetapi harga naik,mengalami penurunan sementara (swing low) dan kemudian melanjutkan kenaikan (swing high). Begitupula ketika downtrend,harga tidak langsung terjun bebas,tetapi harga turun,mengalami technical rebound (swing high) dan kemudian melanjutkan penurunan (swing low).

Pada saat uptrend swing highs terbentuk disebut Higher Highs (HH) dan swing lows yang terbentuk disebut Higher Lows (HL) yang mengindikasikan harga bergerak naik ke atas. Seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Higher High artinya posisi harga tinggi yang lebih tinggi dari harga tinggi sebelumnya. Dan Higher Low artinya posisi harga rendah yang lebih tinggi dari harga rendah sebelumnya. Saya tahu pengertiannya memang terdengar rumit jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.Tetapi memahami Higher Highs dan Higher Lows sendiri tidak rumit.

Penjelasan mengenai Higher Highs dan Higher Lows.

1.Pertama harga bergerak naik ke titik puncak A.

2.Kemudian harga mengalami penurunan (bergerak lebih rendah) ke titik D.

3.Lalu harga melanjutkan kenaikan ke titik B. Titik B disebut Higher High (HH) karena harga di titik B ini sudah lebih tinggi daripada harga di titik puncak A.

4.Lalu harga turun sementara,bergerak lebih rendah ke titik E. Titik E disebut Higher Low (HL) karena harga rendah di titik E ini masih lebih tinggi daripada dari harga rendah di titik D.

5.Dari titik E harga bergerak naik ke titik C. Titik C disebut Higher High (HH) karena di titik ini harga sudah lebih tinggi dari titik puncak B.

6.Dari titik C harga turun sementara bergerak lebih rendah ke titik F. Titik F disebut Higher Low (HL) karena harga rendah di titik F ini masih lebih tinggi daripada harga rendah di titik E.

Pada saat downtrend swing highs yang terbentuk disebut Lower Highs (LH) dan swing lows yang terbentuk disebut Lower Lows (LL) yang mengindikasikan harga bergerak turun. Seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Lower High artinya posisi harga tinggi yang lebih rendah dari harga tinggi sebelumnya. Dan Lower Low artinya posisi harga rendah yang lebih rendah dari harga rendah sebelumnya.

Penjelasan mengenai Lower Highs dan Lower Lows.

1.Pertama harga bergerak turun ke titik D.

2.Lalu harga mengalami kenaikan sedikit ke titik A.

3.Dari titik A harga melanjutkan penurun,bergerak lebih rendah ke titik E. Titik E disebut sebagai Lower Low karena harga rendah di titik E ini lebih rendah daripada harga rendah di titik D.

4.Dari titik E harga mengalami kenaikan,bergerak lebih tinggi ke titik B. Titik B disebut Lower High karena harga tinggi di titik B ini masih lebih rendah daripada harga tinggi di titik A.

5.Dari titik B harga kembali mengalami penurunan,bergerak lebih rendah ke titik F. Titik F disebut Lower Low karena harga rendah di titik F ini masih lebih rendah daripada harga rendah di titik E.

6.Dari titik F harga mengalami kenaikan sedikit,bergerak lebih tinggi ke titik C. Titik C disebut Lower High karena harga tinggi di titik C ini masih lebih rendah daripada harga tinggi di titik B.

Pada saat sideways baik swing highs dan swing lows membentuk harga tinggi dan harga rendah yang sama yang menggambarkan ketidakpastian pada harga,baik seller maupun buyer memiliki kekuatan yang sama. Seperti yang ditunjukkan pada gambar ini.

Kapanpun saya melihat grafik harga saham,yang pertama kali saya lakukan adalah menganalisa swing highs dan swing lows pergerakan harga saham tersebut.

Apakah harga sedang uptrend dan membentuk higher highs dan higher lows?

Atau harga sedang downtrend dengan menunjukkan lower highs dan lower lows?

Menganalisa swing highs dan swing lows pergerakan harga dapat membantu trader menentukan arah trend menggunakan time frame manapun!

Jika Anda baru pertama kali belajar Analisis Teknikal, mungkin Anda akan mengalami sedikit kebingungan.

Tetapi janganlah menyerah.

Sediakanlah waktu bagi diri Anda untuk memahami materi dalam artikel ini dengan baik. Jika memang Anda harus mengulang materi ini berkali-kali,maka lakukanlah.

Banyak sekali trader yang memulai trading tetapi tidak tahu caranya membaca grafik dan menentukan trend!Atau belajar cara menganalisa harga tetapi dengan cara-cara yang rumit dan membingungkan.

Dan bahkan banyak trader yang tidak mau melalui proses yang benar sehingga ketika trading mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan dan akhirnya harus kehilangan banyak uang ketika trading.

Kemampuan membaca grafik pergerakan harga dan menentukan trend merupakan salah satu skill yang harus dimiliki seorang trader untuk membuat keputusan yang tepat ketika trading.

Good luck!

Enjoy your learning,and have good trading habits!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *