101 Kesalahan Yang Mungkin Anda Lakukan Dalam Trading!

Anda pasti akan melakukan kesalahan.

Atau lebih tepatnya Anda pasti akan melakukan BUAAAAANYAAAAAKKK SEKALI kesalahan ketika Anda trading.

Melakukan kesalahan dalam trading bukanlah hal yang bisa dihindari.

Justru karena melakukan banyak kesalahanlah maka Anda jadi belajar.

Trader yang sudah berhasil meraih profit konsisten-pun melakukan banyak kesalahan.

Saya belum pernah mengetahui ada trader sukses yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Mungkin Anda akan bertanya, ”Kesalahan apa saja yang mungkin akan dilakukan oleh seorang trader?”

Saya sudah buat daftarnya.

Berikut ini 101 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh trader:

  1. Anda gagal memahami bahwa trading merupakan bisnis yang sangat serius!
  2. Anda datang ke dunia trading dengan EKSPEKTASI YANG SANGAT KELIRU!
  3. Anda gagal memahami bahwa trading BUKAN CARA CEPAT UNTUK KAYA.
  4. Anda hanya memperlakukan trading hanya sebagai “hobi” saja.
  5. Anda pikir dengan “klik-klik doang” uang mengalir dengan derasnya ke rekening trading Anda.
  6. Anda gagal memahami bahwa trading itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah.
  7. Anda merasa tidak perlu kerja keras agar bisa profit konsisten.
  8. Anda tidak menyadari bahwa trading merupakan salah satu PEKERJAAN PALING SULIT DI DUNIA!
  9. Anda tidak mengetahui bahwa trading merupakan Probabilistic Field.
  10. Anda berharap yang pasti-pasti melalui trading. Pasti untung sekian persen perhari/perbulan/pertahun.
  11. Anda gagal memiliki Probabilistic Mindset.
  12. Anda hanya memiliki pandangan jangka pendek.
  13. Anda gagal memiliki pandangan jangka panjang dan melihat “Big Picture”.
  14. Anda menilai performa trading Anda hanya berdasarkan hasil transaksi per transaksi.
  15. Anda tidak mengetahui bahwa dalam trading ada hukum yang bernama The Law of Large Number (Hukum Bilangan Besar)
  16. Anda trading hanya karena ikut-ikutan, tergiur dengan iming-iming hasil fantastis.
  17. Anda menjadikan trading seperti sebuah arena perjudian.
  18. Anda gagal menyadari bahwa proses trading yang benar merupakan jalan panjang yang melelahkan.
  19. Anda tidak mengetahui dengan baik mengenai instrumen finansial yang Anda tradingkan.
  20. Anda gagal memahami bagaimana cara kerja kerugian.
  21. Anda tidak memahami konsep tentang RISK OF RUIN (Risiko Kebangkrutan).
  22. Anda tidak tahu bagaimana cara mencegah Risk of Ruin.
  23. Anda tidak memahami konsep Positive Expectancy dalam sistem/strategi trading.
  24. Anda tidak mengetahui bagaimana membaca grafik pergerakan harga.
  25. Anda tidak tahu bagaimana cara menentukan sebuah trend.
  26. Anda tidak tahu cara memanfaatkan candlestick patterns.
  27. Anda tidak mengetahui psikologi dibalik chart patterns (pola grafik).
  28. Anda gagal menggunakan indikator-indikator teknikal analisis dengan benar!
  29. Anda gagal menyadari bahwa teknikal analisis sangat subjektif. Siapa saja bisa benar. Siapa saja bisa salah.
  30. Ada tidak tahu ada banyak sekali teknik untuk menghasilkan profit konsisten saat trading.
  31. Anda gagal mengetahui bagaimana cara trading breakout dengan benar.
  32. Anda tidak mengetahui apa saja keunggulan trading breakout.
  33. Anda juga gagal mengetahui apa saja kelemahan trading breakout.
  34. Anda gagal mengetahui bagaimana cara trading pullback dengan benar.
  35. Anda tidak mengetahui apa keunggulan trading pullback.
  36. Anda juga tidak mengetahui apa kelemahan trading pullback.
  37. Anda gagal mengetahui bagaimana cara trading reversal dengan benar.
  38. Anda selalu trading melawan trend besar.
  39. Anda beli saham atau forex pair ketika harganya sudah ketinggian.
  40. Anda beli saham atau forex pair ketika harganya sedang anjlok.
  41. Anda tidak mengetahui konsep Money Management dalam trading.
  42. Anda gagal menyadari manfaat dari mempraktekkan Money Management yang benar.
  43. Anda keliru dalam melakukan teknik averaging down.
  44. Anda tidak tahu bagaimana cara mempraktekkan money management yang benar dalam setiap transaksi.
  45. Anda tidak mengetahui konsep tentang Risk Management.
  46. Anda gagal mengetahui manfaat dari melakukan risk management yang tepat saat trading.
  47. Anda gagal mempraktekkan risk management yang tepat ketika trading.
  48. Anda merisikokan terlalu banyak uang dalam satu transaksi.
  49. Anda selalu merisikokan lebih dari 1% dari modal trading Anda tiap transaksi.
  50. Anda tidak mengetahui bahwa dengan merisikokan 1% dari modal trading Anda tiap transaksi, sebenarnya Anda sudah mencegah Risk of Ruin
  51. Anda merasa risiko 1% dari modal trading tiap transaksi terlalu kecil.
  52. Anda terlalu banyak melakukan transaksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
  53. Anda trading TANPA STOP LOSS.
  54. Anda tidak mengetahui apa saja manfaat dari Stop Loss.
  55. Anda tidak tahu bagaimana caranya menentukan level stop loss yang efektif.
  56. Anda trading dengan jarak stop loss yang terlalu dekat.
  57. Anda trading dengan jarak stop loss yang terlalu jauh.
  58. Anda tidak memahami prinsip Risk To Reward Ratio.
  59. Anda keliru dalam menentukan Risk to Reward Ratio dalam tiap transaksi.
  60. Anda tidak memahami konsep Position Sizing (berapa banyak saham atau jumlah lot forex pair yang harus Anda beli berdasarkan risk dan money management yang benar).
  61. Anda membeli terlalu banyak saham / forex pair dalam satu transaksi.
  62. Anda membeli terlalu sedikit saham / forex pair dalam satu transaksi.
  63. Anda membeli saham sebanyak yang Anda mau tanpa mempedulikan prinsip dari risk dan money management yang benar.
  64. Anda tidak mengetahui tentang konsep Drawdown dan Maximum Drawdown dalam trading.
  65. Anda tidak tahu bagaimana caranya meminimalkan Maximum Drawdown.
  66. Anda berpikir uang di rekening trading Anda akan bergerak secara linear dengan mulusnya.
  67. Anda tidak menyadari dalam trading kemenangan dan kerugian tidak terdistribusi dengan rata.
  68. Anda merasa jadi supertrader setelah mengalami 5 kali kemenangan beruntun. Padahal kemenangan beruntun itu merupakan hal yang normal.
  69. Anda merasa strategi trading Anda tidak beguna lagi setelah mengalami 5 kali kekalahan beruntun. Padahal kekalahan beruntun merupakan hal yang sangat normal dalam trading.
  70. Anda tidak mengetahui, bahkan jika Anda sudah disiplin menjalankan strategi trading Anda, Anda tetap kehilangan uang pada periode kerugian.
  71. Modal trading Anda terlalu kecil. Anda tidak menyadari bahwa memiliki modal trading yang memadai cukup krusial untuk menunjang keberhasilan Anda sebagai trader.
  72. Anda tidak tahu bagaimana cara kerja Compunding Return dalam trading.
  73. Anda tidak mengetahui bagaimana cara yang benar untuk kaya melalui trading.
  74. Anda tidak punya sistem atau strategi trading.
  75. Anda trading hanya menggunakan “feeling”.
  76. Anda menggunakan sistem trading, tetapi sistem trading tersebut tidak profitable yang memiliki positive expectancy.
  77. Anda tidak memahami statistik dalam trading!
  78. Anda tidak pernah melakukan backtesting maupun forwardtesting terhadap strategi trading yang Anda gunakan.
  79. Strategi trading yang Anda gunakan BELUM TERUJI MAMPU MENGHASILKAN KEUNTUNGAN dalam jangka panjang.
  80. Anda menggunakan sistem trading yang tidak cocok dengan karakter dan kepribadian Anda.
  81. Anda tidak tahu bagaimana cara menganalisa suatu sistem trading dengan baik!
  82. Anda tidak disiplin menjalankan strategi trading Anda.
  83. Anda menelan mentah-mentah strategi trading orang lain.
  84. Anda tidak memiliki Trading Rules yang jelas.
  85. Anda tidak memiliki Trading Plan dalam tiap transaksi.
  86. Anda tidak mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa depan.
  87. Anda tidak melakukan jurnal trading yaitu mencatat semua transaksi yang Anda lakukan.
  88. Anda tidak melakukan review terhadap performa trading Anda.
  89. Anda tidak melakukan perbaikan apa-apa.
  90. Anda tidak konsisten menjalankan sistem trading Anda.
  91. Anda selalu gonta-ganti strategi/sistem trading berharap menemukan Holy Grail!
  92. Anda gagal mengelola emosi keserakahan yang besar dalam diri Anda.
  93. Anda gagal megnelola emosi ketakutan yang berlebihan.
  94. Anda tidak memiliki kesabaran.
  95. Anda take profit terlalu cepat.
  96. Anda tidak mau cut loss. Membiarkan kerugian kecil jadi membengkak.
  97. Anda keras kepala dan keras hati. Merasa pendapat Anda yang benar dan market yang salah.
  98. Anda trading menggunakan kata hati bukan kata data.
  99. Anda tidak mengenal siapa diri Anda yang sesungguhnya.
  100. Anda tidak punya alasan yang kuat kenapa Anda harus berhasil.
  101. Anda tidak menyadari bahwa sebenarnya Anda belum mengerti apa-apa tentang trading.

Bagaimana?

Panjang sekali daftar kesalahan-nya?

Percayalah daftar tersebut masih cukup pendek. Anda (dan saya juga tentunya) akan melakukan lebih banyak lagi kesalahan selama berkarir sebagai trader.

Yang bisa kita lakukan hanya meminimalkan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan.

Memperbaiki kesalahan yang sama dalam trading terkadang butuh waktu yang tidak sedikit.

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “Keledai sekalipun tidak akan jatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Makna dari pepatah tersebut jangan melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Tetapi uniknya di dunia trading seringkali trader melakukan KESALAHAN YANG SAMA BERULANG-ULANG!

Apakah itu pertanda bahwa kebanyakan trader lebih goblok daripada keledai?

Ya..Barangkali.

Sudah sering rugi besar, tetapi tidak mau cut loss.

Sudah sering bangkrut, tetapi tidak mau mengontrol risiko.

Sudah sering kehilangan uang, tetapi tidak mau belajar rugi kecil yang konsisten.

Sudah tahu trading itu sulit, tapi masih tetap ngayal-ngayal babu pengin cepat kaya!

Seringkali trader tetap melakukan kesalahan yang sama sampai kesalahan itu benar-benar SANGAT MENYAKITKAN hingga membuat trader tersebut menyerah atau bangkit memperbaiki kesalahan.

Saya menyadari memperbaiki kesalahan itu tidak mudah. Jadi Anda tidak perlu terburu-buru.

Pelan-pelan saja.

 

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

2 comments

  1. Kenapa trading tidak boleh dijdikan “hobi” ?
    Padahal segala sesuatu yg dilakukan dengan senang hati karena sesuai dg hobi akan membuahkan hasil yg baik. 🤔

    1. Pak Isa,

      Dimana-mana yang namanya hobi itu PASTI BUANG UANG.
      Bapak hobi mancing? Bapak akan buang uang untuk beli peralatan pancing dan akan buang uang untuk cari tempat pancing yang bagus.
      Bapak hobi motor? Bapak akan buang uang untuk beli motor, modikfikasi motor dan ikut touring.
      Adakah orang yang menghasilkan banyak uang dari hobi?
      Ada!
      TETAPI SETELAH MEREKA MERUBAH HOBI MEREKA MENJADI BISNIS.

      Pertama bapak hobi mancing lalu buka bisnis peralatan pancing.
      Pertama bapak hobi motor lalu bapak buka bisnis modifikasi motor.

      Jika trading dijadikan hobi trader tidak akan punya tujuan yang jelas.
      Yang namanya hobi ya hanya untuk bersenang-senang.
      Jika trading dijadikann hobi bapak hanya akan trading untuk mengisi waktu luang, atau waktu bosan.
      Jika trading dijadikan hobi bapak tidak akan menganggap trading sesuatu yang serius. Kalo untung ya syukur kalo rugi ya anggap aja lagi senang-senang.

      Ada banyak jenis-jenis kesenangan.

      Salah satunya kesenangan seperti yang bapak sebutkan diatas karena kita melakukan sesuatu yang kita sukai seperti hobi.
      Tapi ada kesenangan lain yaitu kesenangan karena kita melakuakan sesuatu DENGAN BENAR.

      Trading itu sama artinya dengan berdagang.
      Berdagang itu ya bisnis.
      Dan bisnis itu pekerjaan serius.
      Kalo bapak ingin bisnis berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan maka bapak harus MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR agar bisnis bapak bertumbuh dan berkembang.

      Jika dikaitkan dengan trading, maka bapak harus melakukan hal-hal yang menunjang performa trading bapak semakin baik SEKALIPUN BAPAK TIDAK SENANG MELAKUKANNYA.
      Misalnya bapak HARUS DISIPLIN. Apa disiplin itu enak? Tentu saja tidak. Tapi kita sebagai trader harus disiplin.
      Bapak harus melakukan jurnal trading. Apa mencatat semua transaksi itu enak? Tentu saja tidak. Tapi jika bapak ingin berhasil dalam trading bapak harus melakukan jurnal trading agar bisa mereview kesalahan dan dilakukan perbaikan.

      Ketika trading dijadikan hobi, trader hanya akan melakukan sesuatu semua gue aja.

      Semoga jawaban saya membantu.

      Salam,
      Lukas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *