SELURUH TRADER INDONESIA MERAPAT!

Anda barangkali sering melihat grup-grup trader di forum-forum diskusi. Ada yang bertujuan untuk berbagi pengalaman, berbagi strategi trading, ada yang jualan menawarkan jasa training, menjual strategi trading atau menawarkan broker untuk member.

Tapi kali ini saya ingin membahas grup-grup trader dari sisi yang berbeda, yang mungkin Anda menjadi salah satu yang ada di dalamnya.

Apa saja?

Cekidot!

  1. PTSNNB

Persatuan Trader Suka Ngayal-Ngayal Babu

Trader yang masuk dalam grup ini biasanya para trader pemula. Wajar banyak sekali trader yang masuk dalam grup ini. Ekspektasi yang keliru muncul karena biasanya trading digambarkan sebagai suatu cara cepat untuk dapat uang. Klik-klik mouse doang bisa dapat uang. Modal laptop dan koneksi internet pun sudah cukup.

Iklan-iklan seminar atau training trading pun tidak lepas dari ilusi yang intinya “betapa mudahnya dapat uang dari trading”.

Ini bisa dimaklumi.

Kebanyakan orang memang senang dengan janji-janji manis. Kalo yang mengadakan seminar jujur bahwa TRADING ITU PEKERJAAN SULIT, ya gak ada yang mau ikutan seminar tradingnya-lah.

Trader yang suka ngayal-ngayal babu biasanya akan kecewa. Satu dua kali transaksi biasanya untung spektakuler yang membuat mereka besar kepala. Merasa trading itu mudah, trader seperti ini tidak pernah mau menghitung risiko yang benar ketika trading.

Sampai mereka harus dihadapkan dengan kerugian-kerugian beruntun saat trading. Uang mereka habis ketika trading dan kapok tidak mau trading lagi.

Uang mereka habis kepercayaan diri merekapun rontok.

Harapan bisa cepat kaya dari trading rupanya hanya fatamorgana.

Angan-angan mobil mewah, rumah mewah, liburan keliling dunia akhirnya harus sirna setelah mendapat tamparan keras dan menyadari bahwa MARKET ITU KEJAM!

Setelah kerugian yang tidak mengenal belas kasihan menghantam mereka, cara terbaik untuk memuaskan ego tentu saja dengan jalan MENCARI SIAPA dan APA YANG HARUS DISALAHKAN.

Nyalahin market. “Forex itu Judi”. “Saham itu Judi”. “Jangan trading, trading itu judi”.

Nyalahin orang lain. “Ah, apa yang diajarkan guru trading ini semua omong-kosong”. “Saya kalah karena dikerjain Bandar”.

Nyalahin strategi trading. “Gak ada gunanya pake strategi trading ini, gak bisa menghasilkan uang”. “Semuanya penipu, saya gonta-ganti strategi trading tetapi tetap rugi besar juga”.

Jika Anda merasa sedang berada dalam kategoi ini, apa yang harus Anda lakukan?

Milikilah PROBABILISTIC MINDSET!

Milikilah EKSPEKTASI YANG REALISTIS dari trading sesuai dengan skill trading Anda!

Jika Anda masih pemula di 5 tahun awal Anda trading, target Anda bukan banyak uang dan bukan jadi orang kaya!

Tugas utama Anda di 5 tahun awal Anda trading adalah membangun pondasi yang kuat yaitu fokus membangun skill trading-nya.

 

  1. PTPHSB

Perkumpulan Trader yang Prediksi-nya Harus Selalu Benar

Siapa coba yang tidak ingin di cap sebagai “master” atau dianggap “suhu” atau “guru” atau “dewa” karena mampu memberikan prediksi yang akurat kapan harga akan naik dan kapan harga akan turun?

Jika Anda mampu memprediksi kemana harga akan bergerak orang-orang akan memuji Anda setinggi langit. Dan orang-orang akan selalu menanyakan pendapat Anda mengenai pergerakan suatu harga saham atau harga forex.

Ah..Menyenangkan sekali rasanya dipuja-puja sebagai “pakar trading”.

Apalagi dengan entengnya Anda bisa mengatakan kalimat-kalimat berikut pada orang lain:

Tuh kan.. Apa saya bilang. Harga bergerak menuju harga X sesuai prediksi.”

“Seperti yang sudah saya katakan. Harga akan bergerak turun ke harga Y dulu baru akan melanjutkan penguatan.”

“Kali ini prediksi saya benar lagi!”

Tidak heran banyak trader yang terjebak dalam pemikiran untuk berhasil dalam trading PREDIKSI-NYA HARUS SELALU BENAR.

Seolah-olah kalo prediksinya tidak benar menjadi seorang trader yang gagal.

Sepertinya ada “Harga Diri” yang harus dijaga dan dipertahankan.

Ego harus selalu benar ini cukup berbahaya.

Seorang trader yang sangat yakin dengan prediksinya “yang akurat” biasanya akan bertahan dalam posisi rugi DAN TIDAK MAU CUTLOSS.

Dia yakin harga akan kembali naik, tetapi kenyataannya harga bergerak turun terus.

Dia yakin setelah mempelajari suatu perusahaan “yang sehat” harga sahamnya akan naik sekian kali lipat padahal harga saham tersebut sedang anjlok.

Trader seperti ini biasanya akan berkata, “Prediksi saya sudah benar, pasar yang salah.”

Tetapi sayangnya tidak ada ruang untuk “kengototan” dalam trading. Semakin Anda ngotot Anda akan semakin dibantai! Kalo Anda sudah rugi dan Anda tidak mau keluar dengan kerugian kecil karena merasa analisa Anda sudah benar, maka kerugian Anda akan semakin membengkak dan membesar.

Untuk mampu menghasilkan uang secara konsisten dari pasar finansial (pasar saham, forex atau komoditas) ANDA TIDAK PERLU HARUS SELALU BENAR.

Apakah benar untuk bisa profit konsisten dari pasar finansial akurasi Anda harus akurat 100%? Atau ya minimal akurasi strategi tradingnya 80%?

TIDAK!

Strategi trading yang Anda butuhkan untuk bisa menghasilkan uang secara konsisten adalah Strategi Trading Dengan Positive Expectancy.

Strategi trading dengan positive expectancy ini adalah kombinasi dari akurasi strategi trading yang dikombinasikan dengan risk to reward ratio.

Secara garis besar ada 3 jenis strategi trading dengan positive expectancy:

1.Akurasi tinggi tetapi risk to reward ratio yang rendah

2.Akurasi sedang dan risk to reward ratio yang sedang juga

3.Akurasi rendah tetapi risk to reward ratio yang tinggi

Jika Anda tertarik untuk mempelajari strategi positive expectancy dengan penjelasan yang lebih lengkap dan detail bisa Anda baca di artikel INI dan artikel INI.

Untuk memahami konsep Risk to Reward Ratio bisa Anda pelajari disini.

 

  1. KTMMIAKOA

Komunitas Trader Malas Mikir Ikut Apa Kata Orang Aja

Grup trader yang satu ini biasanya sangat menyukai “Layanan Rekomendasi” dan sejenisnya.

Namanya juga bermacam mulai dari “Sinyal Forex Gratis”, “Rekomendasi Saham Gratis”, “Sinyal Fore