Perangkap Pikiran – Jangan Pikir Anda Bisa Lolos

Di artikel ini Anda sudah mempelajari bahwa banyak pemain-pemain besar di pasar finansial seperti pasar saham dan pasar forex. Mereka trading dengan persiapan yang sangat matang untuk bisa berkompetisi dengan pemain besar lainnya. Mereka melakukan banyak cara untuk menjadi terbaik di pasar finansial tersebut. Tujuannya sangat jelas menjadi yang terbaik artinya mendapatkan hasil yang terbaik pula. Dalam hal trading maka uang adalah hasil yang Anda terima setelah menjadi yang terbaik.

Ketika Anda melihat naik turun pergerakan harga sebenarnya itu adalah pertarungan antar trader yang duitnya segede gaban melawan trader yang duitnya segede gaban juga.

Kumpulan trader yang satu berpikir harganya akan naik makanya mereka beli.

Kumpulan trader yang lain berpikir harganya akan turun makanya mereka jual.

Keputusan beli dan jual dalam trading terjadi berdasarkan APA YANG KITA PIKIRKAN AKAN TERJADI.

Itulah sebabnya trading itu disebut MIND GAME = Permainan Pikiran.

Untuk menghasilkan uang melalui trading prinsip dasarnya sangat sederhana yaitu beli murah jual mahal atau beli mahal jual lebih mahal.

Cuma itu.

Lantas kenapa trading menjadi sangat kompleks? Kenapa menghasilkan uang secara konsisten dari trading sangat sulit?

Karena apa yang murah bagi Anda tidak murah bagi trader lain.

Dan apa yang mahal bagi Anda tidak kemahalan bagi trader lain.

Intinya apa yang Anda pikirkan TIDAK SAMA seperti yang trader lain pikirkan.

Karena itulah setiap trader melakukan tindakan yang berbeda dan membuat keputusan trading yang berbeda pula.

That’s what makes trading very challenging!

Dan yang membuat trading semakin sulit adalah kita ini manusia. Kita memiliki emosi. Sering sekali kita melibatkan emosi ketika membuat keputusan dalam trading.

“Perangkap Pikiran” Itu Nyata

Kita melihat market seperti apa yang kita mau bukan sebagaimana adanya.

Mau bukti?

Anda melihat harga saham bank BRI (BBRI) berada di area support. Anda pikir harganya akan naik, lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain berpikir akan turun.

Anda melihat harga saham Unilever (UNVR) di atas garis indikator Simple Moving Average 50. Anda pikir harganya sedang uptrend, lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain melihat bahwa harga sahamnya sedang berada dibawah SMA 200.

Anda melihat harga forex EURUSD sedang berada di area Golden Ratio tools Fibonacci. Anda pikir harganya akan memantul dan bergerak naik, lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain berpikir harga sedang berada di area resistance yang membuat harga tertahan.

Anda melihat nilai indikator RSI pada forex GBPJPY sudah menyentuh angka 70. Anda pikir sudah overbought (jenuh beli) dan harganya akan turun. Lalu Anda jual. Tetapi apakah semua trader akan jual? Tidak. Karena bagi breakout trader overbought adalah sinyal momentum penguatan dan mereka beli.

Anda melihat pola grafik harga (chart pattern) Head and Shoulders. Anda pikir akan terjadi pembalikan arah. Lalu Anda jual. Tetapi apakah semua trader akan jual? Tidak. Karena trader lain menggunakan trendline dan melihat harga sedang uptrend.

Anda juga melihat pola grafik harga Double Bottom. Anda pikir harganya sudah paling bawah dan akan naik. Lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain berpikir harganya masih bisa turun lebih dalam.

Anda melihat muncul pola candlestick Bullish Engulfing setelah harga mengalami penurunan. Anda pikir harganya akan naik. Lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain melihat bahwa harga sudah jebol support dan itu hanya penguatan sementara.

Anda membaca laporan keuangan perusahaan, setelah melakukan analisa macam-macam Anda pikir perusahan tersebut merupakan perusahaan yang sehat yang harga sahamnya akan naik. Lalu Anda beli. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain berpikir itu perusahaan “sampah” sehingga mereka jual.

Anda melihat bursa saham crash. Anda pikir Anda akan bisa mendapatkan harga saham di harga serba “diskon”. Lalu Anda beli saham-saham yang menurut Anda bagus. Tetapi apakah semua trader akan beli? Tidak. Karena trader lain berpikir jika terjadi crash lebih baik beralih ke instrument finansial lain yang lebih aman.

Anda melihat grafik harga apapun langsung Anda terjemahkan sendiri sesuai dengan apa yang ada dalam kepala Anda. Trader lain juga demikian. They make their own judgment based on their thinking.

Itulah juga alasan utama kenapa Analisis Teknikal sangat subjektif. Semua tergantung bagaimana si trader menggunakannya.

Dalam trading apapun yang Anda pikirkan akan selalu ada lawannya. Akan selalu ada trader YANG TIDAK SETUJU DENGAN APA YANG ANDA PIKIRKAN!

Karena begitu banyaknya pikiran yang berbeda terkumpul untuk menentukan kemana harga akan bergerak membuat trading menjadi tempat yang penuh ketidakpastian!

Karena trading merupakan tempat yang “Serba Tidak Pasti” maka Anda harus memahami bahwa trading itu merupakan Game of Probability.

PERMAINAN PELUANG.

Apa yang Anda pikirkan bisa salah. Apa yang Anda pikirkan bisa juga benar.

Prediksi Anda salah? Tidak masalah.

Prediksi Anda benar? Biasa saja.

Keputusan trading yang Anda buat bisa menghasilkan uang bisa juga membuat Anda kehilangan uang.

Anda rugi? Itu bagian dari permainan.

Anda untung? Itu juga bagian dari permainan.

KEKELIRUAN BERPIKIR

Jika selama ini uang Anda selalu habis atau Anda selalu bangkrut atau belum bisa memperoleh profit konsisten dari trading berarti ada sesuatu yang salah.

What’s Wrong?

Yang salah adalah Anda selalu melakukan tindakan-tindakan yang salah. Dan tindakan yang salah itu berasal dari cara berpikir Anda yang keliru.

Kekeliruan berpikir apa saja?

  1. Anda pikir trading itu mudah dan tidak perlu kerja keras. Klik-klik mouse “doang” dapet duit.
  2. Anda pikir semakin banyak menggunakan indikator trading semakin akurat prediksi Anda.
  3. Anda mencoba semua indikator trading karena Anda pikir ada indikator yang akan selalu memberikan Anda kemenangan.
  4. Anda pikir semakin rumit strategi trading semakin banyak keuntungan yang Anda peroleh.
  5. Anda pikir semakin banyak informasi yang Anda dapat semakin banyak uang yang Anda hasilkan.
  6. Anda pikir semakin banyak Anda menonton berita semakin berkualitas keputusan trading yang Anda buat.
  7. Anda duduk di depan layar komputer atau laptop hanya untuk memonitor naik turun pegerakan harga hingga berjam-jam setiap hari karena Anda pikir memonitor pergerakan harga setiap saat membuat skill trading Anda bertambah.
  8. Anda pikir semakin banyak risiko yang Anda pertaruhkan semakin cepat Anda kaya.
  9. Anda membeli banyak sekali saham karena Anda pikir Anda telah melakukan diversifikasi risiko.
  10. Anda mengikuti seminar trading demi seminar trading karena Anda pikir Anda bisa kaya dari trading jika mendapat “ilmu rahasia” yang mereka bagikan.
  11. Anda membeli robot trading karena Anda pikir Anda bisa tinggal duduk manis dan melihat uang mengalir dengan deras ke rekening trading Anda.
  12. Anda terjun ke dunia saham atau pasar forex karena Anda pikir Anda adalah orang yang spesial dan merasa mampu bisa menjadi trader kaya dalam waktu yang sangat singkat.
  13. Anda pikir prediksi guru trading Anda selalu akurat sehingga Anda menelan mentah-mentah rekomendasi yang diberikan.
  14. Anda pikir mengikuti layanan rekomendasi saham atau forex adalah solusi dari kemalasan Anda untuk bisa profit konsisten.
  15. Anda pikir ada “rahasia dalam trading”.

Masih banyak sebenarnya. Anda pikir aja sendiri.

Terus gimana dong?

Loh kok gimana?

YA DIPERBAIKI DONG BAMBAAAANNNGGG CARA BERPIKIRNYA!

Milikilah mindset trader sukses.

Semua trader sukses memiliki Probabilistic Mindset. Selengkapnya bisa Anda pelajari di artikel yang sudah saya bahas secara lengkap disini.

Anda pikir Anda akan menjadi trader yang berhasil? Anda benar.

Anda pikir Anda tidak mungkin berhasil? Anda juga benar.

 

Good Luck!

 

Enjoy the process and have good trading habits!