Mencegah Risk of Ruin: Konsep Terpenting Dalam Trading yang Tidak Diajarkan oleh Guru Trading Manapun!

Materi mengenai Risk of Ruin yang akan Anda pelajari pada artikel ini menurut saya pribadi adalah konsep terpenting di dalam trading yang harus Anda ketahui. Tapi hampir semua trader mengabaikannya. Jarang sekali ada trader yang mau membahasnya dan menuliskannya dalam buku. Hampir tidak ada seminar atau workshop trading yang mengulas dan mengajarkan tentang Risk of Ruin! Lantas apa Anda heran kenapa banyak sekali trader yang gagal dan kehilangan banyak uang di pasar? Bahkan mereka sendiri tidak mengetahui berapa risiko kehancuran (risk of ruin) yang mereka miliki tapi mereka tetap trading!

Jadi apa sebenarnya Risk of Ruin itu?

Risk of Ruin mengacu pada peluang Anda kehilangan uang sampai Anda berhenti trading karena tidak lagi memiliki uang. Secara sederhana, Risk of Ruin dapat diartikan kemungkinan Anda bangkrut saat trading jika menjalankan suatu sistem trading.

Jadi mencegah Risk of ruin harus menjadi prioritas utama Anda sebagai seorang manajer risiko. Jika Anda mampu mencegah Risk of ruin,Anda akan mampu bertahan cukup lama untuk trading di pasar yang artinya Anda sukses menjadi seorang trader.

Risk of ruin sendiri merupakan sebuah konsep statistik yang dinyatakan dalam persentase yang akan memberitahu seorang trader kemungkinan dia akan bangkrut jika menjalankan suatu sistem/strategi trading dalam jangka panjang.

Sebenarnya Risk of ruin tidak harus berarti Anda bangkrut sama sekali dan uang Anda tinggal 0 di rekening trading Anda. Risk of ruin tergantung dari tingkat toleransi terhadap risiko masing-masing trader.

Misalnya:

1.Trader A merasa “bangkrut” jika kehilangan 50%  dari total uang yang ada di akunnya. Dan jika trader A kehilangan uangnya sampai 50% dia akan berhenti trading. Maka trader A harus membuat sistem trading yang mencegah dia kehilangan uang sampai 50%.

2.Trader B merasa “bangkrut” jika kehilangan 75% dari total modalnya,dan akan berhenti trading jika dia telah mengalami kerugian hingga 75%.Maka trader B harus membuat sistem trading yang mencegah dia kehilangan uang sampai 75%.

3.Trader C merasa “bangkrut” jika kehilangan uang 100% dari total modalnya. Dan sama sekali tidak punya pilihan selain berhenti trading! Maka trader C harus membuat sistem trading yang mencegah dia kehilangan uang sampai 100%.

Dalam artikel ini,saya akan mengasumsikan bahwa Risk of Ruin setiap trader adalah kehilangan 100% dari total modal yang Anda miliki. Dengan demikian jika Anda kehilangan 100% modal Anda ketika trading maka Anda benar-benar bangkrut dan tidak dapat lagi trading.

Saya akan menjelaskan di artikel ini bagaimana caranya agar risk of ruin dari sistem trading yang Anda miliki itu 0%. Langkah pertama untuk mencegah “titik kebangkrutan” Anda adalah dengan menghitung  berapa persen kemungkinan sistem trading Anda menyentuhnya. Jika kemungkinannya sangat besar,Anda harus cari cara untuk menurunkannya. Jika Anda mampu menurunkan persentase risk of ruin hingga ke level 0% Anda telah mengambil langkah yang sangat signifikan untuk mampu bertahan di dunia trading.

Biasanya semakin besar persentase risiko yang Anda letakkan dalam satu transaksi semakin besar pula persentase risk of ruin-nya.

Untuk mempermudah Anda memahami konsep risk of ruin, saya akan berikan contoh seperti yang dibawah ini:

Andi, Dika dan Rudi mengikuti training saham. Di dalam training tersebut mereka belajar tentang sistem trading. Sistem trading yang diajarkan tersebut memiliki tingkat akurasi kemenangan 56% dan risk to reward ratio sistem trading tersebut adalah 1:1 artinya rata-rata keuntungan dan rata-rata kerugian hampir sama. Me