Kebenaran Yang Tidak Pernah Diungkap Mengenai Analisis Teknikal

Analisis teknikal dan membaca pergerakan harga terlihat mudah dan simple.TERLIHAT MUDAH.

Tetapi kenyataannya tidaklah demikian.

Kenapa? Karena Analisis Teknikal SANGAT SUBJEKTIF! Chart yang sama dengan time frame yang sama serta indikator yang sama bisa diartikan lain oleh dua trader yang berbeda! Dan mungkin analisis teknikal sangat sulit untuk dikuasai karena cakupannya yang sangat luas.

Mungkin Anda tidak percaya kepada saya. Karena mungkin oleh guru trading dan dari seminar-seminar trading yang Anda ikuti mengatakan bahwa analisis teknikal itu mudah dan Anda langsung bisa menghasilkan uang dari bursa saham hanya dengan mempraktekan apa yang Anda pelajari dari buku maupun seminar tersebut.

Sayangnya,jika Anda merupakan seorang trader pemula atau Anda sudah trading cukup lama tapi masih belum bisa profit konsisten dari pasar finansial besar kemungkinan Anda mengalami kebingungan dalam menggunakan analisis teknikal.

Entah itu bingung dalam menentukan trend,menggunakan support dan resisten, menggunakan indikator maupun menggunakan chart pattern untuk menentukan kapan beli maupun jual.

Misalnya untuk menganalisa suatu saham Anda menggunakan 3 buah indikator,ternyata ketiga indikator tersebut memberikan sinyal yang berbeda satu sama lain. Indikator pertama memberikan sinyal untuk beli,indikator yang lain memberikan sinyal jual dan yang satu lagi tidak menunjukkan sinyal apa-apa.Lalu Anda bingung untuk memutuskan tindakan apa yang Anda ambil.Karena Anda merasa kebingungan lalu bertanyalah Anda kepada rekan Anda sesama trader bagaimana pendapatnya tentang saham yang sedang analisa tersebut.Tetapi ternyata rekan trader Anda pun memiliki pandangannya tersendiri yang bertentangan dengan analisa Anda! Anda jadi tambah bingung!

Pernahkah Anda mengalami hal tersebut?

Tentu Saja!

Di awal karir Anda sebagai trader Anda akan mengalami banyak sekali kebingungan dalam menggunakan analisis teknikal.Semua orang mengalami hal yang sama termasuk saya juga.

Saya tidak sedang ingin berkata buruk tentang analisis teknikal,karena sebagai seorang trader saya menggunakan analisis teknikal untuk menentukan kapan beli dan jual.

Yang ingin saya sampaikan adalah analisis teknikal itu tidak seperti yang Anda bayangkan,menguasai analisis teknikal sehingga Anda benar-benar mampu menggunakannya dengan baik ketika trading lebih sulit daripada yang Anda pikirkan.

Jika selama ini Anda trading dan selalu gonta-ganti strategi trading karena Anda mengalami beberapa kali kerugian beruntun atau Anda selalu berusaha mencari cara jitu kapan waktu “membeli dan menjual yang sangat tepat” dengan tingkat keberhasilan>80% ,hentikanlah kebiasaan buruk tersebut.

Trading merupakan permainan probabilitas.Seperti yang telah saya jelaskan panjang lebar pada artikel probabilitas ini (Anda bisa membacanya kembali).Hanya karena Anda mengalami beberapa kali kerugian beruntun bukan berarti strategi trading yang Anda gunakan saat ini buruk dan tidak bisa diandalkan lagi.

Trading itu lebih dari sekedar menentukan kapan beli dan jual menggunakan analisis teknikal.Anda harus membangun sistem trading yang kuat dengan mengombinasikan semua konsep untuk trading sukses yaitu mindset,metode trading serta risk dan money management.

Berikut ini beberapa kebenaran yang tidak pernah diungkap ketika menggunakan Analisis Teknikal:

1.Analisis Teknikal Sangat Subjektif dan Metode Analisis Teknikal Apapun yang Digunakan Mampu Menghasilkan Uang Dari Market!

Saya tahu pernyataan di atas bukanlah sesuatu yang ingin Anda dengar. Dan juga para guru trading tidak akan suka mendengarnya. Ya tentu saja. Bukankah para guru dan mentor trading selalu mengklaim bahwa strategi trading milik mereka yang paling oke? Mampu menghasilkan profit demi profit dan Anda harus ikut seminar atau training yang mereka adakan untuk mengetahui “rahasia trading” milik mereka?

Mereka mengklaim analisis teknikal yang mereka gunakan entah itu berupa indikator ataupun chart pattern mampu dengan mudah memberikan petunjuk “kemana harga akan bergerak selanjutnya” dan Anda tinggal menikmati profit saja.

Sudah pasti hanya strategi trading mereka yang berhasil bukan? Kalo semua strategi trading bisa menghasilkan uang buat apa mereka mengadakan seminar? Tentulah mereka mengetahui rahasia sukses trading. Iyakan?

SALAH!

Strategi trading dengan menggunakan metode analisis teknikal apapun bisa berhasil jika Anda tahu cara menggunakannya dengan benar dan konsisten!

Anda mau bukti?

Untuk memulai mari kita analisa beberapa chart di bawah ini.

Semua chart di bawah ini menggunakan instrumen yang sama dengan time frame yang sama dan rentang waktu yang sama,yang membedakannya adalah bagaimana cara kita melakukan analisa dengan menggunakan analisis teknikal baik itu indikator,price action (chart pattern dan candlestick pattern), tools trading seperti trendline serta support dan resistance.

Intinya adalah (seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya) tidak masalah pendekatan analisis teknikal apapun yang Anda pilih untuk menetukan kapan membeli dan kapan menjual.

Trader yang mampu profit konsisten menyadari bahwa menggunakan analisis teknikal untuk menentukan kapan beli dan jual hanya salah satu dari 3 komponen penting dalam trading di samping risk dan money management yang tepat serta psikologi trading yang benar.

1.Menggunakan Indikator Moving Average

Moving Average bisa dikatakan indikator paling populer dan penggunaannya dalam trading juga cukup mudah.Jika harga memotong garis moving average ke atas itu merupakan sinyal atau tanda untuk membeli dan jika harga memotong garis moving average ke atas itu merupakan sinyal untuk menjual.Biasanya indikator ini digunakan untuk trend following.

2.Menggunakan Indikator Stochastic Oscilator

Beberapa trader tidak menggunakan moving average sebagai panduan untuk jual dan beli.Diantara trader tersebut mungkin menggunakan indikator stochastic untuk menentukan timing entry dan exit.

Jika harga sudah oversold (nilai stochastic berada antara 20-30) dan garis %K memotong garis %D ke atas maka saatnya membeli.Jika harga sudah overbought ( nilai stochastic berada antara 70-80) dan garis %K memotong  garis %D ke bawah saatnya untuk menjual.

Seperti yang Anda lihat di bawah ini indikator stochastic dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang untuk trading.

3.Menggunakan Trendline

Tetapi tidak sedikit juga trader yang hanya menggunakan trendline sebagai petunjuk untuk beli dan jual. Jika harga breakout trendline ke atas maka saatnya untuk membeli. Jika harga breakdown trendline ke bawah saatnya untuk menjual.Itu saja.

4.Menggunakan Chart Pattern

Trader yang lain mungkin lebih suka menggunakan chart pattern untuk menganalisa.Seperti menggunakan channel pattern di bawah ini.

5.Menggunakan Support dan Resistance

Di samping trendline yang cukup sederhana,banyak trader yang menjadikan area support dan resistance untuk melakukan aksi beli dan jual. Beli di area support dan jual di area resistance.

Seperti yang Anda lihat chart yang sama bisa kita jelaskan dengan berbagai konsep analisis teknikal.Kita bisa menentukan kapan waktunya untuk beli dan kapan waktunya untuk jual dengan konsep analisis teknikal apapun yang kita mau!

Kebingungan Lain dari Analisis Teknikal

Masalah tidak berhenti hanya sampai di pemilihan metode analisis teknikal mana yang akan Anda gunakan untuk trading.Dari masing-masing metode analisis teknikal tersebut pun Anda akan menemukan banyak sekali kebingungan karena memang analisis teknikal memberikan “ruang” yang cukup besar untuk opini subjektif.

Kita akan bahas satu persatu.

Lagi-lagi,semua chart di bawah ini menggunakan instrumen yang sama dengan time frame yang sama dan rentang waktu yang sama.

Yang membedakan keputusan beli dan jual adalah hanya bagaimana kita menganalisa chart tersebut menurut “kebijaksanaan” kita masing masing.

1.Subjektivitas trader dalam menggunakan chart pattern

Antar sesama trader yang hanya menggunakan chart pattern pun,chart yang sama bisa diinterpretasikan secara berbeda.

Contohnya:

Trader A melihat chart dibawah ini sebagai pola Head and Shoulders. Dan trader A sedang menunggu harga menembus neckline kebawah (breakdown) untuk melakukan transaksi jual dengan target profit setinggi pola head-nya.

Trader B melihat chart yang sama sebagai pola Falling Wedge. Karena menurut trader B harga sudah berada di area support maka trader B bersiap untuk melakukan transaksi beli.

Trader C melihat chart yang sama sebagai pola Double Bottom. Trader C sedang menunggu harga untuk menembus neckline ke atas (breakout) untuk melakukan transaksi beli dengan target profit sedalam pola double bottom.

Trader D melihat chart yang sama sebagai pola Rectangle. Menurut analisis trader D harga sudah berada di area support dan Trader D bersiap untuk melakukan transaksi beli dengan target profit resistance terdekat.

  1. Subjektivitas trader dalam menggunakan indikator

Nah sekarang mari kita lanjut dengan indikator teknikal analisis. Kita mulai dengan indikator yang paling sederhana yaitu Moving Average.

Moving Average memiliki satu variable yang nilainya dapat diubah sesuai dengan keinginan hati trader.Dan interpretasi trend menggunakan Moving Average (MA) tergantung nilai yang dimasukkan oleh trader itu sendiri!

Jika harga berada di atas MA maka dapat dikatakan harga sedang uptrend.Jika harga dibawah MA maka dikatakan downtrend.

Yang menjadi masalah adalah menentukan periode MA mana yang harus Anda gunakan ketika trading,apakah Anda harus menggunkan periode MA 10 hari,20 hari,50 hari,100 hari,150 hari atau 200 hari? Yang mana?

Mungkin Anda akan berkata kepada saya,”Tapikan kita harus tau time frame-nya dulu biar tau menggunakan MA periode berapa.”

Seperti yang telah saya sebutkan diatas,chart yang akan kita analisa menggunakan chart yang sama,time frame yang sama dan rentang waktu yang sama.

L