Keajaiban Dunia Ke-8 Itu Bernama: Compound Return

Dalam Bahasa Indonesia Compound Interest diartikan sebagai Bunga Berbunga atau Bunga Majemuk. Konsep Compound Interest ini sering digunakan di dunia perbankan.

Misalnya Anda memiliki uang Rp 100.000.000 dan uang tersebut dimasukkan ke dalam deposito sebuah bank dengan bunga 5% /tahun. Maka setelah satu tahun Anda akan memperoleh  bunga (interest) sebesar Rp 100.000.000 x 5% = Rp 5.000.000

Dengan menggunakan prinsip compound interest, bunga sebesar Rp 5.000.000 yang Anda peroleh tidak diambil, tapi Anda tambahkan lagi menjadi pokok modal Anda.

Di tahun ke-2 modal Anda sudah bertambah menjadi Rp 105.000.000. Uang tersebut Anda masukkan lagi ke dalam deposito dengan bunga 5%/tahun. Di akhir tahun kedua Anda akan memperoleh bunga sebesar Rp 5.250.000

Pada tahun ketiga modal Anda sudah bertumbuh menjadi Rp 110.250.000.

Dan begitulah seterusnya jika Anda ingin melakukan compounding interest terhadap uang Anda. Perhatikan tabel berikut:

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada akhir tahun ke-10 uang Rp 100.000.000 telah berubah menjadi Rp 162.889.463. Total bunga yang Anda terima selama 10 tahun adalah sebesar 62.889.463.

Bandingkan misalnya Anda tidak melakukan compound interest. Jadi setiap bunga yang Anda peroleh langsung Anda ambil. Hasilnya akan seperti ini:

Total bunga yang Anda terima selama 10 tahun adalah Rp 5.000.000 x 10 = Rp 50.000.000.

Mungkin Anda berpikir selisih sebesar Rp 12.889.463 tidak terlalu besar. Memang benar karena waktu untuk dilakukannya compounding masih relatif sebentar. Tapi bagaimana jika dilakukan compounding interest hingga 50 tahun? Seberapa besar perbandingan uang yang menggunakan prinsip compounding interest dan yang tidak? Hasilnya akan terlihat seperti grafik di bawah ini.

Garis merah adalah modal yang mengalami compounding interest selama 50 tahun dengan bunga 5%/tahun. Modal yang awalnya Rp 100.000.000 menjadi Rp 1.146.739.979. Sementara garis biru adalah modal yang tidak di-compounding, artinya bunga yang diperoleh langsung diambil tidak dijadikan modal pokok. Modal Rp 100.000.000 hanya menjadi Rp 350.000.000 selama 50 tahun.

Selisih modal yang menggunakan prinsip compound interest dan yang tidak setelah 50 tahun adalah Rp 1.146.739.979 – Rp 350.000.000 = Rp 796,739,979!

Modal awal sama, tingkat bunga pertahun sama, tetapi hasil akhir bagaikan bumi dan langit!

Itulah keajaiban dari Compounding Interest!

Hasilnya seperti efek bola salju yang mulanya kecil semakin lama menggilinding semakin besar.

COMPOUNDING RETURN

Tapi berhubung kita adalah trader, maka kita tidak menggunakan istilah interest (bunga). Kita hanya menerima bunga (interest) jika kita meminjamkan uang kita kepada pihak lain.

Seperti yang Anda ketahui trading adalah aktivitas jual beli bukan kegiatan minjam meminjam uang yang memperoleh bunga.

Dari kegiatan jual beli ini kita memperoleh imbal hasil (return).

Jadi konsep yang lebih tepat digunakan ketika trading untuk membangun kekayaan adalah COMPOUND RETURN.

Lantas apa bedanya compound interest dan compound return? Secara prinsip sama, bedanya ya itu tadi, jika compound interest kita memperoleh uang dari orang lain berupa bunga, compound return kita memperoleh uang dari hasil performa trading kita. Semakin bagus kinerja trading kita, semakin besar pula imbal hasil (return) yang kita peroleh.

Cara melakukan compound return ketika trading adalah dengan menginvestasikan ulang (re-invested) profit yang diperoleh untuk dijadikan modal lagi untuk melakukan transaksi berikutnya.

Misalnya modal awal Anda trading adalah $10,000 pada bulan pertama Anda mampu menghasilkan profit 10% maka Anda memperoleh $1000. Keuntungan yang $1000 ini Anda tambahkan lagi menjadi modal, sehingga pada bulan ke-2 modal Anda menjadi $11,000 dan begitu seterusnya hingga di bulan ke-12.

Setiap profit yang Anda peroleh setiap bulan Anda investasikan kembali untuk dijadikan modal trading di bulan berikutnya.

Pada bulan ke-12 modal Anda telah bertumbuh menjadi $31,384.28. Maka total profit yang Anda peroleh adalah $21,384.28

Bandingkan jika Anda tidak melakukan compounding return terhadap modal Anda. Katakanlah misalnya Anda penganut konsep “Trading for A Living”. Jadi setiap profit perbulan yang Anda hasilkan, Anda ambil untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda tiap bulan. Bahasa kerennya Anda “cari makan” melalui trading.

Hasilnya akan terlihat seperti tabel di bawah ini:

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa profit yang diperoleh diambil,tidak ditambahkan menjadi modal. Jadi setiap bulan modal trading Anda tetap. Di bulan pertama Anda trading dengan modal $10,000 dan memperoleh profit 10% sebesar $1000. Karena profit yang $1000 Anda ambil, maka di bulan ke-2 modal trading Anda tetap yaitu $10,000. Begitulah seterusnya hingga di bulan ke-12.

Dengan tidak menggunakan compounding return seperti ini maka total profit yang Anda peroleh selama satu tahun “hanya” $12,000 ($1000 x 12 bulan).

Dengan melakukan compounding return profit yang Anda peroleh lebih besar 178% ( $21,384 / $12,000 )  atau hampir 2 kali lipat!

Padahal secara teknis, baik menggunakan teknik compounding return maupun tidak Anda sama-sama menghasilkan total profit 120% dalam satu tahun (10% x 12 bulan).

Tetapi dengan menggunakan teknik compounding return total profit yang Anda peroleh adalah sebesar $21,384 atau naik menjadi 213% dari modal awal Anda! Bandingkan dengan tidak melakukan compounding return kenaikan modal Anda “hanya” 120% saja.

Teknik compounding return dalam trading ini sungguh menakjubkan!

Tapi sayangnya sangat sedikit trader yang mengetahuinya apalagi mempraktekkannya!

Kenapa sangat sedikit trader yang mengetahuinya?

Karena jarang ada yang mengajarinya.

Kenapa sangat sedikit trader yang mempraktekkannya?

Karena tidak tahu caranya!

Melalui pembahasan diawal saya sudah memberikan penjelasan secara garis besar bagaimana cara melakukan compounding return terhadap modal trading Anda.

Sekarang Anda sudah tahu caranya. Apakah saatnya Anda mempraktekkan compound return?

Belum.

Untuk bisa memprakatekkan compound return ketika trading Anda harus tahu hal-hal detailnya.

Tetapi sebelum Anda mempelajari lebih lanjut mengenai hal-hal detail saat trading saya ingin mengulas sedikit tentang ilusi compounding return. Ini penting sekali saya jelaskan agar Anda tidak terjebak dalam ilusi seperti kebanyakan orang lainnya mengenai compound interest (return).

Sebagai trader pantang hukumnya bagi Anda untuk hidup dalam ilusi!

Itulah pentingnya Managing Expectation ketika Anda trading. Dengan ekpektasi hasil yang lebih realistis maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengelola risiko dengan benar ketika trading.

Dan itulah tugas utama Anda sebagai trader : MENGELOLA RISIKO DENGAN BENAR!

ILUSI Compound Return

Di bagian awal artikel ini, saya memberikan contoh grafik hasil dari compound interest/return terhadap modal yang dimiliki seperti gambar di bawah ini:

Dari contoh gambar ini kita dapat melihat modal trading yang kita miliki terbang seperti roket membentuk parabola yang sangat cantik apabila menggunakan teknik compound return.

Pertanyaan selanjutnya adalah mungkinkah pertumbuhan modal trading kita terlihat seperti grafik di atas yang naik dengan mulusnya?

TIDAK MUNGKIN!

Kenapa tidak mungkin?

Karena syarat utama agar grafik modal bergerak naik ke atas dan membentuk garis parabola adalah ANDA HARUS TIDAK PERNAH RUGI.

Contoh grafik diatas menggunakan ilustras