Kejaiban Dunia Ke-8 Itu Bernama: Compound Return

Dalam Bahasa Indonesia Compound Interest diartikan sebagai Bunga Berbunga atau Bunga Majemuk. Konsep Compound Interest ini sering digunakan di dunia perbankan.

Misalnya Anda memiliki uang Rp 100.000.000 dan uang tersebut dimasukkan ke dalam deposito sebuah bank dengan bunga 5% /tahun. Maka setelah satu tahun Anda akan memperoleh  bunga (interest) sebesar Rp 100.000.000 x 5% = Rp 5.000.000

Dengan menggunakan prinsip compound interest, bunga sebesar Rp 5.000.000 yang Anda peroleh tidak diambil, tapi Anda tambahkan lagi menjadi pokok modal Anda.

Di tahun ke-2 modal Anda sudah bertambah menjadi Rp 105.000.000. Uang tersebut Anda masukkan lagi ke dalam deposito dengan bunga 5%/tahun. Di akhir tahun kedua Anda akan memperoleh bunga sebesar Rp 5.250.000

Pada tahun ketiga modal Anda sudah bertumbuh menjadi Rp 110.250.000.

Dan begitulah seterusnya jika Anda ingin melakukan compounding interest terhadap uang Anda. Perhatikan tabel berikut:

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada akhir tahun ke-10 uang Rp 100.000.000 telah berubah menjadi Rp 162.889.463. Total bunga yang Anda terima selama 10 tahun adalah sebesar 62.889.463.

Bandingkan misalnya Anda tidak melakukan compound interest. Jadi setiap bunga yang Anda peroleh langsung Anda ambil. Hasilnya akan seperti ini:

Total bunga yang Anda terima selama 10 tahun adalah Rp 5.000.000 x 10 = Rp 50.000.000.

Mungkin Anda berpikir selisih sebesar Rp 12.889.463 tidak terlalu besar. Memang benar karena waktu untuk dilakukannya compounding masih relatif sebentar. Tapi bagaimana jika dilakukan compounding interest hingga 50 tahun? Seberapa besar perbandingan uang yang menggunakan prinsip compounding interest dan yang tidak? Hasilnya akan terlihat seperti grafik di bawah ini.

Garis merah adalah modal yang mengalami compounding interest selama 50 tahun dengan bunga 5%/tahun. Modal yang awalnya Rp 100.000.000 menjadi Rp 1.146.739.979. Sementara garis biru adalah modal yang tidak di-compounding, artinya bunga yang diperoleh langsung diambil tidak dijadikan modal pokok. Modal Rp 100.000.000 hanya menjadi Rp 350.000.000 selama 50 tahun.

Selisih modal yang menggunakan prinsip compound interest dan yang tidak setelah 50 tahun adalah Rp 1.146.739.979 – Rp 350.000.000 = Rp 796,739,979!

Modal awal sama, tingkat bunga pertahun sama, tetapi hasil akhir bagaikan bumi dan langit!

Itulah keajaiban dari Compounding Interest!

Hasilnya seperti efek bola salju yang mulanya kecil semakin lama menggilinding semakin besar.

COMPOUNDING RETURN

Tapi berhubung kita adalah trader, maka kita tidak menggunakan istilah interest (bunga). Kita hanya menerima bunga (interest) jika kita meminjamkan uang kita kepada pihak lain.

Seperti yang Anda ketahui trading adalah aktivitas jual beli bukan kegiatan minjam meminjam uang yang memperoleh bunga.

Dari kegiatan jual beli ini kita memperoleh imbal hasil (return).

Jadi konsep yang lebih tepat digunakan ketika trading untuk membangun kekayaan adalah COMPOUND RETURN.

Lantas apa bedanya compound interest dan compound return? Secara prinsip sama, bedanya ya itu tadi, jika compound interest kita memperoleh uang dari orang lain berupa bunga, compound return kita memperoleh uang dari hasil performa trading kita. Semakin bagus kinerja trading kita, semakin besar pula imbal hasil (return) yang kita peroleh.

Cara melakukan compound return ketika trading adalah dengan menginvestasikan ulang (re-invested) profit yang diperoleh untuk dijadikan modal lagi untuk melakukan transaksi berikutnya.

Misalnya modal awal Anda trading adalah $10,000 pada bulan pertama Anda mampu menghasilkan profit 10% maka Anda memperoleh $1000. Keuntungan yang $1000 ini Anda tambahkan lagi menjadi modal, sehingga pada bulan ke-2 modal Anda menjadi $11,000 dan begitu seterusnya hingga di bulan ke-12.

Setiap profit yang Anda peroleh setiap bulan Anda investasikan kembali untuk dijadikan modal trading di bulan berikutnya.

Pada bulan ke-12 modal Anda telah bertumbuh menjadi $31,384.28. Maka total profit yang Anda peroleh adalah $21,384.28

Bandingkan jika Anda tidak melakukan compounding return terhadap modal Anda. Katakanlah misalnya Anda penganut konsep “Trading for A Living”. Jadi setiap profit perbulan yang Anda hasilkan, Anda ambil untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda tiap bulan. Bahasa kerennya Anda “cari makan” melalui trading.

Hasilnya akan terlihat seperti tabel di bawah ini:

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa profit yang diperoleh diambil,tidak ditambahkan menjadi modal. Jadi setiap bulan modal trading Anda tetap. Di bulan pertama Anda trading dengan modal $10,000 dan memperoleh profit 10% sebesar $1000. Karena profit yang $1000 Anda ambil, maka di bulan ke-2 modal trading Anda tetap yaitu $10,000. Begitulah seterusnya hingga di bulan ke-12.

Dengan tidak menggunakan compounding return seperti ini maka total profit yang Anda peroleh selama satu tahun “hanya” $12,000 ($1000 x 12 bulan).

Dengan melakukan compounding return profit yang Anda peroleh lebih besar 178% ( $21,384 / $12,000 )  atau hampir 2 kali lipat!

Padahal secara teknis, baik menggunakan teknik compounding return maupun tidak Anda sama-sama menghasilkan total profit 120% dalam satu tahun (10% x 12 bulan).

Tetapi dengan menggunakan teknik compounding return total profit yang Anda peroleh adalah sebesar $21,384 atau naik menjadi 213% dari modal awal Anda! Bandingkan dengan tidak melakukan compounding return kenaikan modal Anda “hanya” 120% saja.

Teknik compounding return dalam trading ini sungguh menakjubkan!

Tapi sayangnya sangat sedikit trader yang mengetahuinya apalagi mempraktekkannya!

Kenapa sangat sedikit trader yang mengetahuinya?

Karena jarang ada yang mengajarinya.

Kenapa sangat sedikit trader yang mempraktekkannya?

Karena tidak tahu caranya!

Melalui pembahasan diawal saya sudah memberikan penjelasan secara garis besar bagaimana cara melakukan compounding return terhadap modal trading Anda.

Sekarang Anda sudah tahu caranya. Apakah saatnya Anda mempraktekkan compound return?

Belum.

Untuk bisa memprakatekkan compound return ketika trading Anda harus tahu hal-hal detailnya.

Tetapi sebelum Anda mempelajari lebih lanjut mengenai hal-hal detail saat trading saya ingin mengulas sedikit tentang ilusi compounding return. Ini penting sekali saya jelaskan agar Anda tidak terjebak dalam ilusi seperti kebanyakan orang lainnya mengenai compound interest (return).

Sebagai trader pantang hukumnya bagi Anda untuk hidup dalam ilusi!

Itulah pentingnya Managing Expectation ketika Anda trading. Dengan ekpektasi hasil yang lebih realistis maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengelola risiko dengan benar ketika trading.

Dan itulah tugas utama Anda sebagai trader : MENGELOLA RISIKO DENGAN BENAR!

ILUSI Compound Return

Di bagian awal artikel ini, saya memberikan contoh grafik hasil dari compound interest/return terhadap modal yang dimiliki seperti gambar di bawah ini:

Dari contoh gambar ini kita dapat melihat modal trading yang kita miliki terbang seperti roket membentuk parabola yang sangat cantik apabila menggunakan teknik compound return.

Pertanyaan selanjutnya adalah mungkinkah pertumbuhan modal trading kita terlihat seperti grafik di atas yang naik dengan mulusnya?

TIDAK MUNGKIN!

Kenapa tidak mungkin?

Karena syarat utama agar grafik modal bergerak naik ke atas dan membentuk garis parabola adalah ANDA HARUS TIDAK PERNAH RUGI.

Contoh grafik diatas menggunakan ilustrasi bahwa Anda menerima profit 5% per tahun selama 50 tahun.

Mungkinkah Anda menerima profit 5% per tahun dari trading selama 50 tahun berturut-turut?

Ya mungkin, kalo Anda hidup di dalam dunia khayalan.

Tidak!

Ketika trading Anda bisa menghasilkan lebih dari 5% pertahun selama beberapa tahun, tetapi Anda juga bisa mengalami periode rugi. Karena sedikit banyak performa trading Anda akan dipengaruhi oleh kondisi market! Anda tidak mungkin untung terus sepanjang tahun.

Jika tidak mungkin lantas kenapa saya memberikan contoh gambar grafik diatas?

Itu hanya untuk memudahkan pemahaman Anda mengenai konsep compound return!

Tetapi kenyataan di dunia nyata tidaklah demikian.

Modal trading Anda TIDAK NAIK DENGAN MULUS tanpa mengalami serangkaian penurunan modal seperti yang sudah saya bahas sangat mendalam di artikel tentang Maximum Drawdowns ini. Silahkan Anda pelajari lagi.

Ketika Anda trading atau investasi, Anda akan mengalami serangkaian drawdowns (penurunan modal). Itu pasti dan itu tidak bisa Anda hindari.

Hal inilah yang tidak diungkap oleh instansi-instansi pengelola dana seperti manajer investasi. Ketika Anda akan menginvestasikan uang Anda mereka hanya akan menunjukkan kepada Anda betapa ajaibnya compound return tersebut.

Mereka akan menunjukkan kepada Anda tabel hitung-hitungan bagaimana uang Anda akan bertumbuh beserta grafiknya, tetapi jika Anda perhatikan baik-baik biasanya dibagian paling bawah dengan tulisan sangat kecil mereka akan menuliskan “ DATA YANG DITAMPILKAN HANYA ILUSTRASI SAJA, KINERJA SEBENARNYA TERGANTUNG PASAR”.

Mereka ingin Anda hidup dalam ilusi!

Siapapun yang mengelola uang Anda, baik Anda sendiri maupun orang lain yang Anda anggap ahli atau professional tidak akan membuat pertumbuhan modal Anda bergerak naik meroket ke atas.

Modal trading Anda juga tidak akan bergerak linear seperti grafik dibawah ini:

Walaupun sudah melalui proses compound return kenyataannya modal trading Anda akan bertumbuh seperti grafik dibawah ini!

Berhentilah hidup dalam ilusi!

Ekspektasi Anda ketika trading harus realistis terutama tentang hasil yang akan Anda terima nantinya.

Berhentilah ngayal-ngayal babu dengan melihat tabel dan grafik compound return yang menunjukkan uang Anda akan bertumbuh dengan pesatnya.

Compound return hanya terlihat menarik dan mudah DIATAS KERTAS. Pada kenyataannya Anda harus bekerja keras dan harus memiliki komitmen yang sangat kuat untuk bisa melakukan compounding return.

MEMPRAKTEKKAN COMPOUND RETURN

Karena mempraktekkan compound return ketika trading tidak mudah, maka Anda perlu mengetahui hal-hal detail apa saja yang harus Anda lakukan ketika trading. Dan seperti janji saya di atas kali ini saya akan membahas hal-hal detail tersebut yaitu:

  1. Sistem Trading

Sebagai trader Anda harus memiliki sistem trading yaitu serangkaian punya peraturan beli dan peraturan jual. Kapan Anda membeli saham dan kapan Anda menjual saham harus detail. Kriterianya apa saja juga harus jelas.

Agar bisa menghasilkan uang dari pasar dalam jangka panjang Anda harus memiliki Sistem Trading yang Profitable atau menguntungkan.

Disamping profitable (memiliki positive expectancy) sistem trading Anda juga harus sesuai dengan karakter dan kepribadian Anda tujuannya agar Anda nyaman menggunakan sistem trading tersebut.

Sistem trading inilah yang akan menjadi “buku panduan” bagi Anda saat trading.

Anda bisa mendapatkan Profitable Trading Systems secara gratis DISINI

  1. Manajemen Risiko (Risk Management)

Agar Anda bisa bertahan cukup lama di dunia trading, Anda wajib mengelola risiko dengan baik. Langkah awal yang bisa Anda ambil adalah dengan hanya merisikokan 1% dari total modal Anda tiap transaksi. Dengan hanya merisikokan 1% dari total modal Anda, maka Risk of Ruin sebagai trader menjadi 0%.

Sebagai trader Anda juga wajib menggunakan Stop Loss agar kerugian ketika Anda trading tidak membengkak. Cara menentukan stop loss bisa Anda pelajari di artikel ini.

Anda juga harus menentukan Risk to Reward Ratio yang tepat tiap transaksi. Apakah setiap risiko yang Anda ambil sebanding dengan keuntungan yang Anda terima? Mengenai Risk to Reward Ratio bisa Anda pelajari di artikel ini.

  1. Manajemen Uang (Money Management)

Nah, cara mengelola uang saat trading inilah yang menentukan modal trading Anda bertumbuh secara compounding atau tidak.

Agar bisa melakukan compound return maka Anda dapat menggunakan Strategi Money Management: Fixed Percentage. Bisa Anda pelajari di artikel ini untuk lebih detailnya.

Intinya adalah Fixed Percentage adalah teknik money management yang merisikokan uang dalam persentase tetap terhadap modal yang dimiliki pada tiap transaksi.

Perhatikan tabel berikut:

Keterangan:

Modal awal Anda trading adalah $20,000.

Risiko tiap transaksi adalah 1%.

Risk to Reward Ratio-nya adalah 1:2 artinya Anda rela merisikokan 1% dari total modal Anda untuk memperoleh potensi profit 2%.

Pada transaksi pertama modal Anda $20,000, risiko pada transaksi ini adalah $200 (1% dari $20,000) dan Anda memperoleh profit $400 (2x $200).

Sekarang modal trading Anda telah menjadi $20,400 dan Anda tetap merisikokan 1% dari $20,400 tersebut. Dan begitulah seterusnya. Misalnya modal trading Anda telah bertumbuh menjadi $50,000 maka risiko tiap transaksi adalah 1% x $50,000 = $500. Sehingga sebesar apapun modal trading Anda risiko per transaksinya tetap sama dan Risk to Reward Rationya juga sama!

Dengan melakukan cara ini Anda telah meng-compounding-kan modal trading yang Anda miliki.

Compounding return ini sangat erat kaitannya dengan KONSISTENSI.

Dan Anda harus konsisten dalam waktu yang CUKUP LAMA agar hasil dari compound return ketika trading kelihatan.

Anda harus konsisten menjalankan sistem trading yang Anda pilih. Anda harus konsisten untuk entry/beli, Anda harus konsisten untuk jual, Anda harus konsisten untuk take profit (ambil untung), Anda harus konsisten cut loss (memotong kerugian), Anda harus konsisten merisikokan maksimal hanya 1-2% tiap transaksi dari berapapun total modal trading yang Anda miliki.

Jika Anda masih bingung bagaimana menggabungkan ke semua hal-hal diatas ketika trading untuk dapat meng-compounding-kan modal trading Anda, maka saya sangat menganjurkan Anda untuk mendapatkan Report Lengkap Backtesting Sistem Trading.

Dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading  tersebut saya sudah menyiapkan  6 sistem trading yang profitable beserta dengan bukit-buktinya bahwa sistem trading tersebut memang menguntungkan jika digunakan dengan disiplin!

Kenapa ada 6 Sistem Trading yang berbeda? Karena seperti penjelasan saya diatas bahwa sistem trading yang Anda gunakan selain harus menguntungkan tetapi juga harus COCOK DENGAN KEPRIBADIAN DAN KARAKTER ANDA.

Dengan demikian jika satu sistem trading Anda rasa tidak cocok untuk Anda gunakan, Anda masih memiliki 5 sistem trading lagi yang langsung dapat Anda gunakan, atau Anda modifikasi atau Anda jadi kan sebagai referensi untuk menciptakan sistem trading buatan Anda sendiri!

Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading  juga Anda akan belajar bagaimana caranya agar KONSISTEN SETIAP TRANSAKSI.

Bagaimana caranya KONSISTEN entry (beli).

Bagaimana caranya KONSISTEN menentukan Stop Loss.

Bagaimana caranya KONSISTEN merisikokan hanya 1% dari total modal yang Anda miliki.

Bagaimana caranya KONSISTEN melakukan Position Sizing yang benar (berapa banyak jumlah saham yang harus dibeli).

Bagaimana caranya KONSISTEN take profit (jual dengan keuntungan).

Bagaimana caranya KONSISTEN cut loss (jual dengan kerugian).

Setiap Sistem Trading dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading  di uji dalam 100 transaksi secara konsisten. Jika di Report Lengkap Backtesting Sistem Trading ada 6 sistem trading, itu artinya Anda memiliki bukti dan panduan 600 transaksi beserta dengan total 1200 grafik (chart) jual dan beli.

Intinya di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading disamping Anda mendapatkan bukti transaksi berupa chart beli dan chart jual Anda juga mendapatkan TRADING PLAN SETIAP TRANSAKSI!

Apakah hanya itu? TIDAK!

Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading Anda akan mengetahui keajaiban dari Compounding Return!

Bagaimana caranya melakukan Money Management Fixed Percentage yang benar tiap transaksi!

Bagaimana caranya meng-investasikan kembali keuntungan (profit) yang diperoleh agar efek compounding return bekerja dengan sangat baik untuk pertumbuhan modal trading Anda!

Dan Anda akan mengetahui bagaimana caranya hanya dengan merisikokan 1% dari total modal trading per transaksi tetapi dapat menghasilkan lebih dari 100% profit setelah melakukan 100 transaksi trading dengan konsisten dan disiplin!

Ya Anda tidak salah baca!

Merisikokan hanya 1% tiap transaksi tetapi menghasilkan total profit lebih dari 100% setelah 100 transaksi!

Compounding Return benar-benar ajaib jika dilakukan dengan benar!

Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara melakukan compounding return dengan tetap disiplin dan konsisten menjalankan sistem trading, mulai dari transaksi ke-1 ke transaksi ke-2,ke transaksi ke-3 demikian seterusnya hingga transaksi ke-100 LENGKAP DENGAN BUKTI CHART TRANSAKSI BELI DAN JUAL!

Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading saya juga menampilkan bagaimana grafik pertumbuhan modal trading yang sesungguhnya setelah mengalami compound return.

Tentu saja grafik pertumbuhan modal-nya TIDAK membentuk parabola dan juga tidak bergerak naik ke atas secara linear. Tetapi grafik pertumbuhan modalnya melewati fase naik dan turun dan melewati periode drawdowns.

KLIK DISINI Untuk Mendapatkan Report Lengkap Backtesting Sistem Trading

KESULITAN MELAKUKAN COMPOUND RETURN

  1. Konsep Trading for A Living

Di samping ingin cepat kaya, salah satu impian terbesar trader adalah mampu untuk Trading For A Living artinya trading merupakan sumber penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Sayangnya teknik compound return ini tidak dapat bekerja dengan baik jika Anda mengadopsi prinsip Trading fo A Living.

Kenapa?

Ya karena profit yang Anda hasilkan ketika trading Anda ambil untuk membiayai kebutuhan hidup Anda.

Sementara compound return ketika trading akan memberikan hasil yang signifikan apabila profit yang Anda peroleh Anda investasikan kembali sebagai modal, tidak Anda ambil.

Biasanya trader yang sudah mampu trading for a living profitnya diambil tiap bulan.

Contohnya seperti tabel berikut:

Dengan modal $10,000 dan Anda mampu menghasilkan profit 10% perbulan maka Anda memperoleh $1000 tiap bulan. Keuntungan sebesar $1000 ini Anda gunakan untuk biaya hidup Anda dan setiap bulan baru Anda selalu mulai trading dengan modal $10,000. Dalam satu tahun Anda mengambil profit sebesar $12,000 (12 x $1000).

Di tahun ke-2 modal awal Anda memulai trading tetap $10,000.

Tidak terjadi compounding return bukan?

Adakah cara lebih baik agar Anda mampu Trading For A Living tetapi juga bisa meng-compounding return modal trading Anda?

Ada!

Caranya adalah Anda mengambil keuntungan dari trading untuk biaya hidup Anda PERTAHUN bukan perbulan. Untuk memudahkan pemahaman Anda perhatikan tabel dibawah ini:

Modal trading Anda bulan pertama adalah $10,000. Lantas selama 12 bulan profit yang Anda peroleh Anda investasikan kembali. Setelah 12 bulan uang Anda telah bekembang menjadi $31,384. Dari uang tersebutlah Anda ambil keuntungan sebesar $12,000 untuk membiayai hidup Anda satu tahun ke depan!

Jadi di tahun ke-2 Anda memulai dengan modal trading $19,384 ($31,384 – $12,000). Modal trading $19,384 ini Anda compound return lagi. Setiap profit yang Anda peroleh selama 12 Anda investasikan lagi dan Anda hanya mengambil profit di akhir tahun.

Bandingkan dengan modal trading Anda yang segitu-segitu aja karena tidak di-compounding return-kan. Perbedaannya sangat signifikan bukan? Dengan cara yang  satu modal Anda tetap $10,000 sementara melalui proses compounding return modal Anda menjadi $19,384 selisihnya hingga 93%!

Dengan konsisten melakukan demikian, Anda bisa tetap trading for a living dan modal trading Anda juga tetap bertumbuh karena efek dari compound return tersebut.

  1. Kejadian Buruk yang Tak Terduga

Terkadang ketika trading Anda akan mengalami beberapa kali kejadian buruk yang tak terduga yang menyebabkan modal trading Anda berkurang dengan sangat drastis. Bisa Anda bayangkan investasi yang menguntungkan selama bertahun-tahun harus berakhir dengan kerugian hanya dalam waktu satu hari?

Contohnya seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini dimana harga mengalami GAP DOWN hingga -90% dalam waktu 1 hari!

Misalnya modal awal Anda $10,000 dan dalam beberapa tahun naik menjadi $100,000  (sekitar 1000%) melalui proses compounding return, tetapi karena Anda mengalami hal buruk yang tak terduga dan harus kehilangan uang hingga -90% itu artinya modal trading Anda kembali seperti semula yaitu $10,000.

Hasil compounding return selama bertahun-tahun menjadi sia-sia karena satu kejadian buruk yang Anda alami.

Memang benar contoh yang saya berikan diatas cukup ekstrim.

Tetapi yang mau saya tekankan disini adalah HAL-HAL BURUK KETIKA TRADING BISA TERJADI PADA ANDA KAPAN SAJA!

Itulah sebabnya sebagai seorang trader Anda harus siap dengan segala risiko terburuk yang mugkin akan terjadi. Itu pulalah alasannya kenapa Anda harus merisikokan 1% dari total modal Anda ketika trading. Agar ketika hal-hal buruk menimpa Anda saat trading, modal Anda tidak “terluka parah” dan tidak mengalami “pendarahan hebat”.

  1. Maximum Drawdown

Karena trading termasuk dalam Probabilistic Field maka tidak ada yang pasti di dalam dunia trading. Transaksi menang dan transaksi rugi tidak terdistribusi dengan rata. Selama Anda trading Anda akan mengalami kemenangan beruntun atau bisa juga mengalami kerugian beruntun. Ketika dalam periode merugi (mengalami kerugian beruntun) Anda memasuki fase yang namanya Maximum Drawdown yaitu dimana Anda kehilangan modal trading Anda yang dihitung dari titik tertinggi ke titik terendah. Materi tentang Maximum Drawdown dibahas secara detail dan bisa Anda pelajari di artikel ini.

Kenapa Maximum Drawdown menghambat proses Compounding Return?

Karena pada periode Maximum Drawdown Anda kehilangan banyak modal trading karena serangkaian transaksi rugi berturut-turut. Semakin besar persentase Maximum Drawdown yang Anda alami, semakin besar persentase keuntungan yang dibutuhkan untuk kembali ke titik awal!

Kerugian menyerang trader dengan SANGAT SADIS!

Coba Anda perhatikan tabel dibawah ini:

Jika Anda kehilangan 10% dari modal trading Anda, maka Anda perlu menghasilkan 11.1% profit agar kembali impas. Jika pada periode Maximum Drawdown Anda kehilangan 30% dari modal Anda maka Anda harus untung 43% biar impas. Jika Anda kehilangan 50% uang Anda? Anda butuh 100% keuntungan agar kembali ke modal Anda sebelumnya!

Alasan kenapa Anda tidak mungkin mengalami Compounding Return dengan grafik modal bergerak naik membentuk garis parabola seperti yang saya contoh kan diatas adalah karena Maximum Drawdown ini.

Setiap trader pasti mengalami kerugian.

Dan setiap trader pasti mengalami kerugian beruntun!

Setiap trader (termasuk trader sukses) mengalami yang namanya Maximum Drawdown!

Di dalam Report Lengkap Backtesting Sistem Trading saya menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya melakukan Compound Return terhadap modal trading dari transaksi per transaksi!

Bagaimana modal trading yang sudah melewati periode kerugian beruntun, yang sudah mengalami fase Maximum Drawdown tetapi hasil dari Compound Return tetap menakjubkan! Dan Anda dapat mengetahui-nya karena disajikan dalam grafik pertumbuhan modal!

  1. Modal Kecil

Jika Anda adalah trader pemula, kemungkinannya adalah Anda memulai trading dengan modal kecil atau modal sangat kecil. Seperti yang telah saya bahas dalam artikel pentingnya modal yang memadai ketika trading, modal trading yang sangat kecil  cukup “berbahaya” bagi trader.

Salah satu bahaya-nya adalah trader dengan modal kecil “terjangkit penyakit” ekspektasi yang tidak realistis! Ingin cepat kaya, bermimpi mengubah uang kecil menjadi miliaran melalui trading, berkhayal memperoleh profit ratusan persen dengan mudahnya dan lain sebagainya.

Walaupun Compound Return cukup ajaib jika dilakukan dengan benar tetapi dengan modal trading yang kecil efek compound return tidak cukup signifikan. Karena untuk melakukan compounding return dengan benar ya setiap trader harus mengaplikasikan risk dan money management dengan benar pula.

Tetapi dengan modal trading yang kecil sulit untuk mempraktekkan risk dan money management yang benar.

  1. Perlu Melakukan Banyak Transaksi

Trading itu merupakan STATISTIK. Satu transaksi trading tidak menggambarkan apa-apa