Jangan Biarkan Diri Anda Dibunuh!

Bisakah Anda menjawab 2 pertanyaan sederhana ini?

  1. Ketika trading dari mana keuntungan Anda berasal?
  2. Atau ketika Anda mengalami kerugian kemana uang Anda pergi?

Bagi Anda yang tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut itu sudah cukup sebagai tanda bahwa Anda TIDAK LAYAK MENDAPATKAN UANG SATU PESER PUN dari trading.

Lah iya toh?

Itu artinya Anda tidak mengenal siapa diri Anda, Anda tidak mengetahui arena pertarungan dimana Anda bermain dan Anda tidak mengenal siapa lawan Anda.

Trading itu ZERO SUM GAME!

Anda tahu apa itu zero sum game? Artinya untuk memenangkan sebuah permainan Anda HARUS MENGALAHKAN orang lain!

Jika satu pihak untung harus ada pihak lain yang rugi.

Darimana keuntungan Anda berasal? Dari kerugian trader lain!

Kemana uang Anda pergi jika Anda rugi? Kepada trader lain yang untung!

Mari lebih spesifik.

Karena trading adalah berdagang maka harus ada aktifitas jual beli.

Harus ada pembeli.

Harus ada penjual.

Harus ada “barang” yang akan diperdagangkan.

Dan ada kesepakatan harga.

Jika Anda buyer (pembeli) maka keuntungan yang Anda peroleh berasal dari kerugian yang dialami oleh seller (penjual).

Jika Anda buyer dan mengalami kerugian, maka uang Anda menjadi keuntungan bagi seller.

Tidak mungkin untung dua-duanya. Salah satu harus ada yang rugi.

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda perhatikan gambar berikut ini:


Keterangan:

  • Grafik diatas adalah forex pair GBP/JPY (Poundsterling/Yen) dengan time frame harian (setiap candlestick mewakili 1 hari perdagangan).
  • Bagian 1 adalah area resisten dimana harga sempat beberapa kali tertahan ketika akan bergerak naik.
  • Pada titik 2 ada banyak trader yang melakukan transaksi yang terbagi di dalam dua grup yaitu pertama adalah para Breakout Trader dan grup yang kedua adalah para Resistance Trader.

Breakout Trader adalah Buyer dan Resistance Trader adalah Seller.

Breakout trader merasa harga sudah menembus area resistance dan membeli di harga 149.00 dan berharap harga akan melanjutkan penguatan.

Sementara Resistance trader merasa harga masih akan tertahan di area resistance dan menjual di harga 149.00 dan berharap harga akan berbalik turun.

  • Pada bagian 3 terlihat harga mulai bergerak turun. Artinya buyer sudah mulai kehilangan uang dan seller sudah mulai menghasilkan uang.
  • Pada bagian 4 terlihat harga sudah turun dengan sangat tajam. Pertanyaannya siapa yang untung dan siapa yang rugi?

Setiap Breakout Trader yang beli diharga 149.00 dan tidak cut loss sedang rugi 900 pips ketika harga menyentuh 140.00

Setiap Resistance Trader yang jual diharga 149.00 dan belum take profit sedang untung 900 pips ketika harga menyentuh 140.00

Semua keuntungan seller berasal dari kerugian yang dialami oleh buyer.

Dari contoh diatas Anda dapat melihat bahwa ada dua trader melakukan transaksi, trader yang satu beli dan trader yang satu lagi jual di harga yang sama dengan tujuan yang sama yaitu untuk memperoleh keuntungan.

Marketlah yang akan menentukan siapa trader yang akan mengantongi keuntungan dan siapa yang akan gigit jari.

SIAPA KAWAN DAN LAWAN ANDA?

Kalo boleh jujur sebenarnya kita ngomong kejauhan untuk mengetahui “siapa kawan” dan “siapa lawan” Anda di dunia persilatan ini.

Yang perlu Anda ketahui diawal adalah struktur pasar finansial dimana Anda akan trading.

Jika Anda trader forex maka Anda harus tahu struktur pasar forex dan susunan hirarki dalam forex. Apabila Anda sudah memahaminya maka Anda akan mengetahui siapa saja “pemain-pemain” dalam forex market. Apa peranan mereka dan apa saja kepentingan mereka.

Dengan melihat gambar Hirarki Forex di atas apakah Anda sudah mengetahui DIMANA POSISI ANDA SEBAGAI TRADER?

Dimana coba???

Yap!

Anda dan saya berada pada kasta paling bawah yaitu trader-trader yang punya modal ala kadarnya.

Dengan kapitalisasi Forex Market yang lebih dari $5 Triliun dan para Big Players yang memiliki modal trading miliaran dollar, percayalah kita ini hanya seperti remah-remah kerupuk dalam kaleng Khong Guan yang kosong.

KITA BUKAN SIAPA-SIAPA!

Karena saya dan Anda hanya seperti butiran debu kosmik Galaksi Bimasakti (yang gak sakti-sakti amat) maka keberadaan kita di pasar forex seperti tidak pernah ada.

Secara teknis itu artinya kita sebagai trader retail tidak punya kawan dan kita tidak punya lawan.

Loh kok bisa?

Karena pertempuran yang sesungguhnya itu ada “jauh diatas sana”.

Ada banyak raksasa yang bertempur di forex market. Siapa mereka?

 

NEGARA vs NEGARA

Amerika akan selalu mengeluarkan kebijakan agar nilai mata uang USD tetap kuat. Uni Eropa juga tidak mau kalah, mereka akan melakukan apapun agar nilai EUR tetap menguat.

Dan pertarungan “siapa yang menang dan siapa yang kalah” bisa Anda lihat dari harga pair forex EURUSD.

Setiap negara akan mempertahankan nilai mata uang mereka melalui kebijakan Bank Sentral mereka. Jadi pemerintah dan bank sentral memiliki peranan penting di pasar forex karena mampu mempengaruhi pergerakan harga mata uang.

 

SUPER BANK vs SUPER BANK

Bank-bank raksasa seperti Citi Bank, JP Morgan, UBS, Barclays dan HSBC adalah penggerak-penggerak harga di pasar forex.

Lha ya gimana..

Mereka bisa mengangkat harga, mereka bisa menjatuhkan harga. Melakukan transaksi hingga miliaran dollar merupakan hal biasa bagi mereka.

M-I-L-I-A-R-A-N  D-O-L-L-A-R!

Forex Market itu ya Interbank Market.

Jadi jika sekarang Anda melihat harga forex naik turun ya itu para bank-bank raksasa lagi “bermain”.

Mereka adalah bandar.

Mereka adalah Market Maker yang menentukan bid/ask spread tiap mata uang.

Mereka adalah penyedia likuiditas.

Anda suka atau Anda tidak suka, Anda terima atau tidak, merekalah yang sering “ngerjain” Anda ketika trading selama ini.

 

FUND MANAGER vs FUND MANAGER

Pemain lain di forex market adalah para manajer investasi (Fund Manager). Sama seperti Anda dan saya mereka adalah speculator di pasar forex.

Bedanya ya mereka trading dengan modal gede. Mereka adalah orang-orang yang punya duit ratusan juta dollar (atau bahkan miliaran dollar juga). Karena mereka trading dengan modal segede dinosaurus, mereka perlu bantuan broker yang mampu mengeksekusi order segede dinosaurus juga. Broker kelas atas yang biasa disebut dengan Prime Broker.

Bukan broker yang pake acara ngiklan trus ada embel-embel “Bonus Deposit”, “Low Spread 0.0”, “Tanpa Komisi” dan malah ngasih duit sama tradernya.

Para Fund Manager inilah yang bayar komisi hingga trading jutaan dollar kepada broker. Dari mereka-mereka pula para broker “nyari makan” yang sesungguhnya, bukan dari Anda yang punya modal ala kadarnya yang dikit-dikit ngeluh.

Jadi sekarang Anda sudah tahukan siapa yang sesungguhnya bertarung dalam forex market?

Raksasa vs raksasa

Gajah vs gajah

Dan singa vs singa

Merekalah yang sedang berperang, merekalah yang sedang saling bunuh-bunuhan satu sama lain. Bukan saya, bukan Anda. Kita hanya ikut-ikutan saja.

Jadi jika Anda sudah tahu dimana posisi Anda sebagai trader ya mbok tau diri dikit gitu loh. Berhentilah bermimpi menjadi miliuner dari trading (setidaknya sampai Anda benar-benar memiliki skill trading yang top markotop).

Kita sebagai trader eceran hanya ngikutin arus. Ketika kita memutuskan untuk membeli sesuatu secara otomatis kawan kita adalah para buyer dan lawan kita adalah para seller.

PERTANDINGAN YANG SANGAT SULIT

Barangkali ada diantara Anda yang pernah rugi trading forex atau trading saham puluhan hingga ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah.

Bagi Anda kerugian tersebut mungkin sangat besar.

Tapi mari kita lihat dari perspektif yang lebih luas.

Siapakah sebenarnya yang paling banyak rugi di pasar forex?

Ya para BIG PLAYERS yang saya sebutkan diatas (yang kalo di rupiahkan nilai kerugiannya bisa sampai triliunan rupiah!)

Anda yang trading dengan modal cekak, gak usah sok sedih dan merasa sok paling banyak kehilangan uang gitu deh!

Lantas apakah mereka rugi karena mereka goblok? Apakah karena analisa mereka kurang jitu? Apakah karena kekurangan informasi? Apakah karena strategi trading mereka abal-abal?

TIDAK!

Lantas kenapa?

Karena kerugian merupakan bagian dari trading!

Dunia trading itu sangat kompetitif. Anda harus menjadi salah satu yang terbaik untuk bisa menghasilkan uang secara konsisten dari pasar. Entah itu Anda sebagai individu atau institusi.

Kenapa Anda harus menjadi salah satu yang terbaik?

Karena Anda akan melawan trader-trader terbaik di dunia! Kalo Anda bukan yang terbaik Anda akan sangat mudah dibantai dan keluar dari arena per-trading-an!

Jadi jika selama ini Anda trading selalu rugi dan uang Anda selalu habis itu artinya Anda bukan salah satu yang terbaik.

Titik!

Belajar instropeksi diri!

Saking ketatnya persaingan di dunia trading, baik para Bank maupun para Fund Manager ini berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik untuk bisa mengalahkan yang lain. Mereka merekrut trader-trader handal untuk mengelola uang. Mereka membayar mahal programer-programer untuk membuat software trading yang canggih.

Mereka memilih broker terbaik untuk melakukan eksekusi orderan mereka. Mereka mengumpulkan para ahli matematika untuk membuat perhitungan-perhitungan rumit untuk mengelola risiko. Mereka menyewa psikolog dunia agar trader-trader mereka selalu trading pada performa puncak!

Mereka menghabiskan ratusan juta dollar tiap tahun untuk riset dan penelitian, mengumpulkan data, menguji coba banyak metode trading, melakukan banyak simulasi dan lain sebagainya.

MEREKA MELAKUKAN APAPUN UNTUK MENJADI YANG TERBAIK!

Dan itupun mereka masih bisa rugi!

Anda?

Ya mosok modal ikut rekomendasi sinyal trading forex gratis aja udah ngimpi setinggi bintang di langit yang biru dapat duit miliaran dan gak mau ngerasain rugi pula!

YASSSAAALLLAAAMMM!

Di rumah ada kaca kan?

NGACA WOY NGACAAAAAA!!!!

Anda tahu?

Saking sulitnya trading banyak yang memutuskan menjadi broker bukan trader.

Nyari makan dari komisi. Dari trader yang untung maupun dari trader yang rugi. Broker itu tugasnya memfasilitasi trader untuk “bunuh-bunuhan” (oke..mungkin analoginya terlalu kasar. Tetapi percayalah memang begitu kenyataannya)

Anda untung? Broker senyum-senyum.

Anda rugi? Broker senyum-senyum.

Anda menjadi miliarder atau Anda bangkrut? Ya broker tetap senyum-senyum.

Senyum Pepsodent mah lewat!

Bagaimana dengan trading saham? Ya sama aja bro! Biasanya Manajer Investasi (Hedge Fund) yang trading forex ya trading saham juga ya trading emas juga ya tradingin komoditas juga. Ya lawannya tetap pemain-pemain besar ini.

Tidak ada instrument finansial yang mudah untuk ditradingkan dimana uang dengan gampang dicari.

Apakah trading forex itu mudah?

Tidak!

Apakah trading saham itu mudah?

Tidak!

Apakah trading komoditas seperti emas dan minyak itu mudah?

Tidak!

Apakah trading futures itu mudah?

Tidak!

Apakah trading options itu mudah?

Tidak!

Apakah trading binary options itu mudah?

Coba tanya para gembel yang dulu pernah trading binary options.

Apakah trading bitcoin itu mudah?

Tanyakanlah sama mereka-mereka yang beli di harga $19,000.

Setiap instrument finansial memiliki tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Tetapi trading saham tidak sesulit trading forex dan trading forex tidak sesulit trading options. Itulah alasannya kenapa dianjurkan trading saham dulu untuk pemula.

Jadi jika sekarang Anda sudah mengetahui siapa saja pemain di pasar finansial, siapa saja kawan dan lawan Anda, masikah Anda berpikir trading itu mudah untuk dimenangkan?

Coba sekarang bayangkan Anda sendirian bertarung melawan Avengers FULL TEAM dan Anda bertempur hanya dengan modal semangat, doa dan bambu runcing yang dikasih pinjem ama tetangga.

Ya matilah kau…

TOLONG JANGAN BUNUH DIRI

Saya berharap setelah membaca artikel ini Anda menjadi trader yang penuh persiapan. Sehingga jika Anda berkomitmen untuk berhasil sebagai trader Anda sudah mengetahui apa saja “bahaya-bahaya” yang mungkin Anda hadapi nantinya dan Anda bisa menghindarinya.

Anda dapat melindungi diri Anda dari kerugian-kerugian. Anda bisa mengambil tindakan agar uang di rekening trading Anda tidak terluka parah ditengah-tengah panasnya pertermpuran para pemain besar ini. Anda tahu bagaimana caranya agar Anda tidak “dibunuh” oleh market yang kejam.

Banyak sekali orang terjun ke dunia trading tanpa ilmu, tanpa skill trading, tanpa mengetahui bagaimana mengelola ekspektasi yang benar, tanpa tahu caranya bagaimana mengelola risiko dengan baik DAN BERHARAP ENTAH BAGAIMANA CARANYA BISA KAYA DAN SUKSES SEBAGAI TRADER!

Terus setelah ditampar kenyataan malah nangis-nangis bilangnya trading itu judi, haram, penuh manipulasi dan sebaiknya dijauhi.

Gak mau mengakui dirinya aja yang goblok dalam segala aspek pertradingan.

Itu sama saja dengan bunuh diri.

Kalo trader lain ingin bunuh diri biarkan saja, tapi pastikan itu bukan Anda.  Persiapkanlah diri Anda dengan sangat baik sebelum terjun ke dunia trading. Dari segi ilmu, skill, mental dan finansial.

Jangan goblok-goblok bangetlah jadi trader.

Gobloknya secukupnya saja (lah…udah malah kaya nambahin garem aja pake acara secukupnya).

Ijinkanlah diri Anda untuk belajar mengumpulkan ilmu-ilmu trading yang Anda perlukan. Ijinkanlah diri Anda untuk membangun trading skill-nya sampai beberapa tahun ke depan. Ijinkanlah diri Anda untuk gagal dan belajar dari kegagalan tersebut. Ijinkanlah market mengajari Anda apa saja hal-hal yang belum Anda ketahui. Ijinkanlah diri Anda untuk belajar menerima kenyataan pahit. Ijinkanlah diri Anda untuk menjadi kuat dengan melewati kesulitan-kesulitan selama proses menjadi trader yang bisa profit konsisten. Ijinkanlah diri Anda untuk tidak mudah menyerah ditengah jalan hanya karena menghadapi banyak rintangan. Ijinkanlah diri Anda untuk tetap rendah hati untuk selalu belajar.

KEMANA UANG MENGALIR?

Jika Anda tidak memiliki sistem trading yang profitable maka uang Anda akan diambil oleh trader yang memiliki sistem trading yang profitable.

Jika Anda tidak disiplin maka uang Anda akan diambil oleh trader yang disiplin.

Jika Anda tidak mengelola risiko dengan baik, maka uang Anda akan diambil oleh trader yang mengelola risiko dengan baik.

Jika Anda tidak mengasah skill trading, maka uang Anda akan diambil oleh trader yang memiliki skill trading yang mumpuni.

Semua keputusan ada di tangan Anda. Anda mau jadi trader yang pertama disebut atau yang kedua.

Tapi kalo Anda tetap mau ngeyel bisa jadi miliuner dari trading tanpa kerja keras.

Ya silahkan saja.

“YANG PENTING YAKEEEEEEENNN!!!” saya bisa dengar teriakan itu dari dalam hati Anda.

Tidak apa-apa.

Karena ngayal-ngayal babu adalah hak segala umat manusia dan dijamin oleh Undang-Undang Negara Republik Indonesia.

Dan jika ternyata nanti Anda jadi gila karena stress mikirin gimana caranya biar bisa kaya cepat dari trading?

Tenang saja.

BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa terdekat di kota tempat Anda tinggal.

Bagaimana sekarang?

Anda tetap yakin bisa sukses hanya dengan trading dari henpon china yang banyak film porno-nya itu?

 

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

3 comments

  1. ZERO SUM BUKAN MESTI BERARTI JUDI

    Saya bukan ahli trading, bukan pula master trading seperti para pembaca atau siapapun yang ada di web ini.
    Tetapi saya memiliki sudut pandang sedikit berbeda dalam hal ini.
    Trading = Zero Sum Game = 0 mungkin bisa juga benar atau bisa juga tidak tergantung bagaimana persepsi kita. Jika terlalu dini menyimpulkan nanti bisa berbahaya dan menganggap jual beli juga = zero sum game dimana saat kita membayar sejumlah biaya dan uang kita berpindah ke pihak lain itu sudah dianggap zero sum karena scope batasan melihatnya mungkin kurang luas. Dan parahnya nanti dianggap seperti zero sum game di perjudian.

    Karena apapun di alam semesta ini prinsipnya adalah keseimbangan = Selisih NOL = Neraca Akuntansi. Sebagai analogi jika kita ke pasar tradisional saja saat mendekati hari raya/momen tertentu harga produk ada yang cenderung naik ini terjadi karena tingginya permintaan dan kurangnya supply (diluar itu ada permainan atau tidak). Dan Buyer dalam hal ini ibu-ibu, emak-emak dll mestinya akan menyesuaikan juga secara kebutuhan mereka dan membeli secukupnya sampai terjadi keseimbangan Demand Supply disini yang mungkin disebut dengan NOL. Apakah hal ini merugikan …???? BELUM TENTU. Apakah penjual mendapat uang dari pembelinya ibu-ibu tersebut = Betul, Apakah RUGI yang benar-benar rugi = Belum tentu. Para pelaku pasar tradisional tersebut memiliki tujuan sendiri-sendiri. Apakah Ibu-ibu yang membeli daging ayam seharga 40rb/Kg saat di momen tertentu itu rugi?? Apakah penjual yang menjual dengan harga 40rb/Kg itu keuntungannya dari kerugian ibu-ibu tersebut?? secara aliran uang memang mungkin benar, akan tetapi apabila dibilang benar-benar untung/ Rugi dari hal ini masih terlalu dini.

    Karena ada nilai lain disini yang mungkin tidak diperhitungkan. Ingat anda sebagai pedagang saat posisi menggunakan modal anda untuk membeli bahan baku yang disebut biaya bahan baku apakah pengeluaran ini adalah kerugian?? Belum tentu juga. dalam hal ini misalkan Ibu-ibu tersebut mengolah lagi menjadi masakan lain dan dijual dengan harga diatasnya lagi maka akan tetap mendapatkan untung. atau memasaknya sendiri dan lalu disuguhkan ke keluarganya dan ini juga adalah keuntungan daripada membeli makanan diluar yang harganya lebih mahal, atau menyimpannya untuk beberapa hari kedepan (Hedging). Tetapi di pasar juga ada para spekulan yang menyimpan ayam-ayam tersebut sampai mendekati hari raya akan tetapi kenyataan ternyata pemerintah melakukan Operasi pasar dan membuat harga ayam menjadi turun sehingga para spekulan itu rugi. Nah dimanakah posisi kita? memang secara umum retail trader dianggap adalah spekulan tetapi semua itu tergantung kita sendiri ingin menjadi apa. Begitu juga di forex menurut saya Negara A bisa jadi ingin mata uangnya kuat tapi apakah itu selamanya menguntungkan.. kalau terlalu kuat siapa nanti yang akan mampu beli nah ujung-ujung bisa merugikan. Ingat.. jika kita ingin terjun di dunia perdagangan maka umumnya adalah memiliki pelanggan yang mempunyai daya beli dan itu terjadi jika pelanggan adalah orang yang memiliki daya beli cukup dan bukan daya beli terlalu tinggi (sehingga nantinya buka usaha/buat produk sendiri jadi saingan dan tidak beli) atau bukan pelanggan yang memiliki daya beli rendah (tidak mampu beli) disinilah keseimbangan itu penting. dan tidak dapat kita menyebut orang konglomerat yang super kaya dengan menjual beras lalu disebut meraih kekayaannya dari kerugian pelanggan/pembelinya yang kurang beruntung dan hidup pas-pasan itu terlalu dini.

    Saya sebagai trader kecil-kecilan yang hanya butiran pasir dipantai ini membuka posisi beli, ternyata setelah beberapa waktu kemudian harga turun maka saya hanya melihat ini sebagai biaya operasional kerena saya yakin suatu saat harga tersebut tidak akan tetap dan nanti akan bergerak bisa semakin naik atau turun yang masih dalam perhitungan sistem trading saya. Disini saya alih-alih menganggapnya rugi saya lebih memilih menganggap sedang beli bahan baku misalkan kayu untuk dibuat jam tangan disaat orang lain membeli kayu yang sama untuk meja kursi, atau mungkin membeli arang untuk bahan baku komponen elektronik resistor disaat orang membeli arang yang naik harganya untuk membakar sate. Jadi kayu tersebut menurut saya masih amat bernilai lebih saat harganya sedang mahal dan walaupun kata orang yang membeli kayu untuk meja kursi tersebut sudah rugi karena jualnya lagi sudah sulit. Bagaimana saya bisa menganggap suatu open posisi/ trade loss sebagai kerugian sementara? karena saya sudah prediksi resiko peluangnya kemudian mempersiapkan, memperhitungkannya dan anggarkan untuk trade tersebut sampai batasan tertentu. Bahkan jika saya mesti cut loss posisi trade saya maka itu juga sudah diperhitungkan. Jadi akan sulit untuk mengetahui tingkat kerugian seseorang karena tergantung bagaimana kita melihatnya.

    Jadi dengan melihat secara keseluruhan mungkin akan diketahui jelas. Keuntungan atau kerugian seseorang menurut saya adalah tidak hanya dapat dilihat dari aliran dananya saja akan tetapi ada hal lain yang mungkin menjadi ukuran untung rugi seseorang tersebut dari hal lain yang sulit ditelusuri karena market itu mungkin seluas jagat raya dan alur prosesnya panjang seperti rentetan reaksi fusi atom yang berantai tanpa ujung. Keseimbangan-keseimbangan atau selisih zero sum akan selalu terbentuk di tiap tingkatan akan tetapi itu adalah jalan menuju kemajuan ke tingkat berikutnya. Saya masih meyakini bahwa tidak ada seseorang pun di bumi ini yang sampai saat ini bisa menghitung dengan tepat berapa uang beredar di perdagangan forex dan kemana saja aliran uang tersebut nantinya. Jika tidak ada orang yang dapat menghitung dengan tepat bagaimana kita dapat menyimpulkan sesuatu itu nantinya Rugi/ Untung disinilah kita harus memperluas pandangan kita.

    Misal saya jadi seorang importir dari USA yang membeli ikan asin dari Indonesia (tidak tahu ada apa tidak yg impor seperti itu, kalau impor daging sapi dari Australia mungkin ada 🙂 karena di USA ikan asin itu mungkin makanan yang unik dan ternyata cocok di lidah karena asinnya tersebut. Saat mau impor ternyata nilai kurs nya USD vs IDR tinggi IDR 15.000/ USD (lebih mudahnya dilihat posisi IDR) jadi saya dapat ikan asin banyak, tapi lain hari kursnya turun sehingga IDR 10.000/ USD jadi rugi IDR 5.000 dan dapat ikan asin lebih sedikit jadinya. Apakah saya benar-benar rugi ? Jika dilihat dari aliran uang memang saya rugi bayar kurs lebih tinggi. tapi saya melihat ikan asin memiliki nilai lebih di USA maka sayapun tetap impor dan benar sesuai perhitungan prediksi saya kemudian masih mendapatkan keuntungan banyak sehingga kerugian sementara tersebut bagi saya adalah hanya biaya. Apakah prediksi saya bisa salah = sangat bisa. Dan apabila prediksi saya salah yaudah itu salah saja dan rugi titik bukan karena rugi saya karena uang saya diambil trader lain di rugi kurs tersebut. Karena saat beli forex tersebut saya bukan spekulan, atau forex trader di dunia antah berantah forex (Ingat di forex ada banyak yang terlibat agar cek hirarkinya) saat beli forex tersebut dipakai untuk berdagang lainnya lagi. Jadi para pemain lain di forex yang ikut andil membuat kurs menjadi tinggi dan saya rugi tidak benar-benar membuat saya rugi tapi membuatnya hanya sebagai biaya yang mesti dikeluarkan saja untuk mendapatkan hasil lebih lain. Walaupun saya tahu faktor fundamental ikut andil paling besar terhadap perubahan kurs tersebut. Ini semata untuk memudahkan aja.

    Ini adalah pendapat saya pribadi dari sudut pandang saya juga bahwa intinya zero sum game yang dimaksud adalah bukan seperti zero sum game dalam perjudian/gambling yang mana keuntungan pemain adalah dari kerugian pemain lainnya dan tidak akan menghasilkan hal lain lagi yang dapat menguntungkan pemainnya dan kalau rugi ya benar-benar rugi. Jadi kerugian di trading disini bisa jadi kerugian sementara sebagaimana saat kita membeli bahan baku untuk membuat produk dan ini adalah biaya. Hasil akhirnya apakah tergantung apakah kita dapat menjualnya lagi menjadi produk yang lebih bernilai dengan harga lebih baik dan meraup profit atau tidak. Dimana dalam trading forex kita mesti dapat menjual nya lagi di lain waktu sesuai dengan analisa dari masing-masing trader sendiri ataukah cut loss dengan rugi tapi sebenarnya sudah mendapatkan keuntungan dari posisi trade lain yang profitnya masih cukup untuk menutupi loss tersebut. Semua kembali ke tujuan masing-masing. Intinya jangan spekulasi tanpa perhitungan yang matang di bisnis apapun itu termasuk dalam trading forex. Perbanyak belajar ilmu dari berbagai sumber seperti salah satunya di website ini agar wawasan kita semakin luas.. banyak ilmu-ilmu yang akan kita dapatkan dan menjadikan kita terhindar dari permainan zero game yang mengarah ke judi. Karena judi tidak nya itu tergantung ke trader apa niat, motivasi dan perilaku tindakannya dalam trading dan bukan dari tradingnya. Mohon maaf jika komennya super duper puannjaaannngg… semata-mata tujuannya agar jelas dimengerti saja. Terima kasih. (BSN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *