Jadilah Trader yang Menguasai Chart Patterns!

Grafik harga instrumen finansial sering membentuk pola-pola tertentu.

Sama halnya dengan pola candlestick yang terbentuk karena pertarungan harga (supply and demand) antara trader pembeli dan penjual demikian juga dengan pola-pola grafik yang sering muncul pada harga hanya saja dengan skala yang lebih besar.

Memahami chart patterns lebih dari sekedar hanya mengenali dan mengetahui nama-nama chart patterns saja. Anda harus mengetahui dengan jelas apa yang terjadi di balik chart pattern tersebut.

Sama seperti pola candlestick yang menyampaikan suatu pesan kepada Anda, demikian juga pola-pola grafik (chart patterns) yang muncul menyampaikan suatu pesan kepada Anda mengenai dinamika harga yang sedang terjadi, tentang market structure, tentang kekuatan sebuah trend, bagaimana trader menggerakkan harga, tentang pertarungan trader pembeli dan trader penjual, tentang siapa yang sedang menekan harga, trader mana yang terdesak, trader mana yang kehilangan kendali dan trader mana yang sedang mengontrol harga.

Di artikel ini saya ingin menjelaskan kepada Anda bagaimana cara mengetahui apa yang terjadi dibalik chart patterns sehingga Anda lebih mudah memahami pergerakan harga dan memanfaatkan pola-pola tersebut untuk membuat keputusan ketika trading dengan lebih baik.

Sebelum kita melangkah lebih jauh dan membahas berbagai macam chart patterns saya ingin Anda memahami komponen pembentuk chart patterns.

Pola grafik apapun pasti dibentuk oleh Swing Highs dan Swing Lows.

Pada artikel mengenai bagaimana menentukan trend ini sudah dibahas mengenai swing highs dan swing lows yang merupakan salah satu cara untuk menentukan sebuah trend.

Menganalisa swing highs dan swing lows pada grafik harga merupakan pondasi awal untuk menganalisa chart patterns manapun.

Sekedar untuk menyegarkan ingatan Anda kembali mengenai swing highs dan swing lows:

Swing High adalah pergerakan harga yang mengayun ke atas dan Swing Low adalah pergerakan harga yang mengayun ke bawah. Anda bisa lihat contoh berikut:

Ketika sedang uptrend swing highs yang terbentuk disebut Higher Highs (HH) dan swing lows yang terbentuk disebut Higher Lows (HL). Seperti yang ditunjukkan pada gambar ini:

Sementara ketika sedang downtrend swing highs yang terbentuk disebut Lower Highs (LH) dan swing lows yang terbentuk disebut Lower Low (LL). Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Anda bisa baca artikel ini untuk memahami swing highs dan swing lows dengan lebih mendalam.

Oke. Mari kita lanjut.

Pada kondisi higher highs harga dibentuk oleh trader pembeli karena harga naik diakibatkan oleh tingginya minat beli. Sedangkan kondisi higher lows terbentuk karena trader pembeli sedang melakukan taking profit (aksi ambil untung) sehingga harga mengalami sedikit penurunan sebelum melanjutkan kenaikan kembali.

Terbentuknya higher highs (HH) dan higher lows (HL) merupakan sinyal sebuah uptrend yang sehat.

Contoh detail sebagai berikut:

Pada kondisi lower lows harga dibentuk oleh trader penjual karena harga turun diakibatkan oleh tekanan jual yang besar. Sedangkan kondisi lower highs terbentuk karena trader penjual melakukan aksi buy back (para short seller taking profit) sehingga harga mengalami kenaikan sedikit (technical rebound) sebelum akhirnya melanjutkan penurunan.

Terbentuknya lower lows (LL) dan lower highs (LH) merupakan indikasi sedang downtrend.

Contoh detailnya:

Setelah Anda mengetahui siapa trader dibalik terbentuknya swing highs dan swing lows ketika uptrend maupun downtrend dan mengetahui apa yang mereka lakukan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengartikan makna pergerakan harga dibalik chart patterns. Dengan demikian Anda dapat membuat keputusan yang lebih objektif ketika bertransaksi.

Pola-pola grafik/chart patterns TIDAK BERTUJUAN UNTUK MEMPREDIKSI KEMANA HARGA AKAN BERGERAK,tetapi dengan mengidentifikasi pola-pola grafik yang pernah terjadi di masa lalu, Anda melihat KEMUNGKINAN atau PELUANG pola-pola tersebut akan terulang kembali di masa depan.

Salah satu asumsi yang digunakan dalam Analisis Teknikal adalah History Repeat Itself. Artinya sejarah akan berulang karena perilaku manusia tidak berubah. Termasuk pola-pola grafik yang akan terus berulang karena harga digerakkan oleh trader/investor yang memiliki sifat fear and greed.

Untuk mengetahui b